TEMPO.CO, Jakarta - Partai Keadilan Sejahtera belum memutuskan sikap partai resmi partai menghadapi pemilihan kepala daerah (pilkada) DKI Jakarta putaran kedua. »Kami masih menunggu hasil resmi dari KPUD,” kata Ketua Fraksi PKS, Mustafa Kamal, saat dihubungi Tempo, Jumat, 13 Juli 2012.
Menurut Mustafa hingga kini, pengurus Dewan Pimpinan Pusat PKS belum melakukan komunikasi lebih lanjut mengenai kemungkinan Pilkada DKI putaran kedua. DPP masih menunggu hasil evaluasi dan laporan resmi dari Dewan Pimpinan Wilayah (DPW) PKS DKI Jakarta.
Laporan resmi dari DPW pun, kata Mustafa, baru akan disampaikan setelah ada hasil final. »Kalau sekarang masih hitung cepat, sampai ada putusan resmi kami belum bisa membahasnya,” kata dia.
Mengenai kemungkinan koalisi, Mustafa mengatakan baru akan dibahas setelah ada evaluasi menyeluruh. Artinya setelah ada laporan DPW. »Sebelum ada itu, kami mohon maaf belum bisa komentar,” ujarnya.
Mustafa pun enggan berkomentar mengenai dua kandidat yang diperkirakan akan lolos dalam putara kedua, yaitu Joko Widodo dan Fauzi Bowo. Kata Mustafa, dua-duanya calon yang bagus, »Namun sikap resmi tetap dibahas nanti.”
Sebelumnya, calon gubernur dari PKS, Hidayat Nur Wahid, mengatakan terbuka peluang suara PKS dialihkan untuk salah satu calon. Dengan partai pengusung Fauzi Bowo-Nachrowi Ramli, yaitu Demokrat, PKS telah membangun hubungan baik sejak Pilpres 2004 ketika mendukung Presiden Susilo Bambang Yudhoyono.
Sedangkan dengan Jokowi, Hidayat dan PKS berkoalisi dalam memenangkan Jokowi menjadi Wali Kota Solo. Menurut Hidayat, setelah hasil final dari KPUD keluar, keputusan koalisi sepenuhnya diserahkan pada Majelis Syuro PKS. »Dalam posisi ini, saya tidak lagi dalam posisi bisa memutuskan.”
IRA GUSLINA SUFA



Yahoo! OMG