Tokyo (AFP/ANTARA) - Raksasa elektronik Jepang, Sony dan Panasonic yang sedang mengalami masa sulit, mengatakan pada Senin, bahwa mereka akan bersama-sama mengembangkan televisi diode cahaya organik (OLED), dalam upaya untuk menguasai pasar kembali dari pesaing dari luar negeri.
Kedua perusahaan itu, yang sedang memulihkan diri dari kerugian multi miliaran dolar, mengatakan bahwa mereka akan berupaya untuk membangun produksi massal teknologi panel-panel OLED TV tersebut tahun depan.
Teknologi itu memungkinkan produsen membuat TV yang mengonsumsi lebih sedikit daya sekaligus menawarkan gambar yang lebih tajam pada panel datar konvensional, dan diharapkan akan mendominasi pasar untuk beberapa tahun mendatang.
"Masing-masing dari perusahaan tersebut berencana untuk memanfaatkan kekuatan mereka sendiri untuk mengembangkan dan mengomersilkan persaingan mereka sendiri, kinerja tinggi, generasi baru OLED TV, dan layar berukuran besar," kata kedua perusahaan itu.
Kemitraan itu menjadi kali pertama kerja sama untuk kedua perusahaan tersebut dalam sebuah bisnis inti, sebuah titik balik penting bagi perusahaan industri elektronik Jepang yang sedang terpuruk tersebut.
Langkah itu diambil sebagai upaya dalam menyaingi pesaing mereka Samsung Electronics dan LG Electronics, yang dilaporkan berencana untuk meluncurkan, secara terpisah, televisi berukuran 55 inci (140 sentimeter) dengan teknologi OLED terbaru pada tahun ini.
Sony dan Panasonic mengalami kerugian lebih dari 15,0 miliar dolar (sekitar Rp142 triliun) yang digabungkan hingga Maret tahun ini karena menurunnya penjualan dan persaingan ketat yang menyulitkan mereka.
Kerugian sudah sangat parah dalam bisnis televisi, di mana perusahaan-perusahaan Jepang terpengaruh buruk karena yen yang menguat, margin keuntungan yang menyusut dan persaingan yang ketat dari pesaing asing. (jk/ik)


Yahoo! OMG