Perang Lawan Geng Motor

SPR Berharap Penangkapan Tommy Bukan Pencitraan KPK

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Penangkapan terhadap pegawai pajak Tommy Hindratno dan seorang pengusaha bernama James Gunarjo oleh KPK dikritik. KPK dianggap tidak memprioritaskan penuntasan kasus -kasus Big Fish seperti kasus Hambalang, kasus Wisma Atlet atau kasus BLBI.

"Kasus Tommy Hindratno mengingatkan kita akan aksi-aksi heroik KPK dalam melakukan aksi tangkap tangan transaksi suap. Sayangnya, sebagian besar kasus yang berawal aksi tangkap tangan tersebut merupakan kasus korupsi kelas teri yang nilai kerugian keuangan negaranya," kata Juru Bicara Serikat Pengacara Rakyat, Habiburokhman dalam siaran persnya kepada Tribunnews.com, Rabu(13/6/2012).

"Bahkan, di bawah Rp 1 Milyar seperti dalam kasus Jaksa Sistoyo barang buktinya hanya Rp 100 juta, Kasus Hakim Syarifudin yang barang buktinya Rp 250 juta, Hakim Imas di Bandung yang barang buktinya Rp 200 juta," katanya lagi.

Yang agak aneh, imbuhnya, aksi-aksi tangkap tangan ini sering terjadi saat KPK tengah disorot karena dinilai lambat dalam mengusut kasus korupsi skala besar.

"Selama ini KPK selalu keluhkan kurangnya Sumber Daya Manusia (SDM) dalam mengemban tugas, tanggung-jawab dan wewenangnya dalam memberantas tindak pidana korupsi. Dengan kondisi demikian, harusnya KPK prioritaskan penuntasan kasus-kasus dengan nilai kerugian keuangan negara yang besar," kritik Habib.

"Daripada sibuk melakukan aksi tangkap tangan ala detektif di film-film Holywood, namun ternyata nilai kerugian keuangan negaranya kecil," Habib mengingatkan.

Secara teknis, lanjut Habiburokhman, aksi-aksi tangkap tangan transaksi suap tentu mempunyai nilai kesulitan yang lebih tinggi daripada menuntaskan kasus yang sudah terang benderang seperti kasus Hambalang.

Dalam aksi tangkap tangan tentu harus disiapkan skenario pemantauan dan penjebakan yang detail dan didukung perangkat berteknologi tinggi agar bisa didapatkan alat bukti untuk menjerat pelaku.

Adalah wajar menurut Habiburokhman, jika publik mempertanyakan mengapa KPK perlu berbulan-bulan melakukan penyelidikan dan berkali-kali menggelar perkara namun hingga sekarang belum bisa meningkatkan status kasus Hambalang ke tingkat penyidikan, sementara di sisi lain dengan mudah bisa terus melakukan aksi tangkap tangan seperti kasus Tommy Hindratno ini.

"Kami harap KPK tidak menjadikan kasus Tommy Hindratno sebagai ajang pencitraan ditengah mandegnya penyelesaian kasus-kasus besar. Memang aksi-aksi heroik KPK melakukan aksi tangkap tangan selalu mendapatkan liputan bombastis dari media massa. Namun, dari segi pengembalian kerugian keuangan negara nilainya senantiasa sangat kecil," Habiburrokhman.

PEDOMAN KOMENTAR

Ayo berpartisipasi membangun budaya berkomentar yang baik. Bila menemukan komentar bermuatan menghina atau spam, berikan jempol bawah, tanda Anda tak menyukai muatan komentar itu. Komentar yang baik, berikan jempol atas.


Kolom komentar tersedia untuk diskusi, berbagi ide dan pengetahuan. Hargai pembaca lain dengan berbahasa yang baik dalam berekspresi. Setialah pada topik. Jangan menyerang atau menebar kebencian terhadap suku, agama, ras, atau golongan tertentu.


Pikirlah baik-baik sebelum mengirim komentar.

POLL

Yakinkah Anda, wanita-wanita yang terlibat dengan Ahmad Fathanah akan dikenakan sanksi hukum?

Memuat...
Opsi Pilihan Jajak Pendapat