Sri Lanka Tahan 40 Imigran Gelap yang Akan ke Australia

Kolombo (AFP/ANTARA) - Kepolisian Sri Lanka menahan 40 orang ketika mereka mencoba menaiki dua kapal kecil saat memulai awal perjalanan laut yang berbahaya untuk mengangkut imigran ilegal ke Australia, kata seorang petugas pada Jumat.


Penangkapan terjadi menyusul tenggelamnya sejumlah kapal yang menyelundupkan imigran gelap ke Australia dari berbagai negara.


Sekitar 94 orang diyakini tenggelam setelah dua kapal tenggelam dalam beberapa pekan terakhir.


40 orang ditangkap di distrik timur Batticaloa, Kamis malam, termasuk seorang wanita dan dua anak-anak, yang semuanya warga negara Sri Lanka.


Juru bicara kepolisian Ajith Rohana mengatakan bahwa mereka akan menaiki dua perahu kecil yang membawa mereka ke sebuah kapal yang lebih besar yang akan mengantar mereka dalam perjalanan tiga sampai empat pekan ke Australia.


"Itu adalah tragedi karena orang-orang tersebut menjadi korban dari penyelundup manusia," kata Rohana. "Kami melihat tren tersebut mengalami peningkatan."


Setiap orang telah membayar sampai 2 ribu dolar Amerika Serikat (sekitar Rp18,7 juta) untuk melakukan perjalanan tersebut.


Canberra selalu menjadi masuknya pencari suaka yang tiba di Australia dengan perahu, banyak dari mereka menggunakan Indonesia sebagai pusat transit, lalu melanjutkan dengan menggunakan perahu kecil setelah melarikan diri dari negara mereka seperti Afghanistan dan Iran.


Meskipun banyak perahu yang berasal dari Indonesia, ada peningkatan percobaan penyeludupan dari Sri Lanka.


Australia ingin mencegah imigran gelap dengan mentransfer mereka ke Malaysia untuk diproses, sebagai timbal balik karena mereka telah menerima ribuan pengungsi yang terdaftar di negara itu untuk transmigrasi.


Namun, pemerintah minoritas tidak dapat meluluskan undang-undang yang diperlukan melalui parlemen karena sayap kiri Greens dan oposisi konservatif menolak untuk mendukung itu. (jk/ik)

PEDOMAN KOMENTAR

Ayo berpartisipasi membangun budaya berkomentar yang baik. Bila menemukan komentar bermuatan menghina atau spam, berikan jempol bawah, tanda Anda tak menyukai muatan komentar itu. Komentar yang baik, berikan jempol atas.


Kolom komentar tersedia untuk diskusi, berbagi ide dan pengetahuan. Hargai pembaca lain dengan berbahasa yang baik dalam berekspresi. Setialah pada topik. Jangan menyerang atau menebar kebencian terhadap suku, agama, ras, atau golongan tertentu.


Pikirlah baik-baik sebelum mengirim komentar.