Jelajahi Yahoo! Bersama Teman-Teman Anda

Jelajahi berita, video, dan banyak lagi berdasarkan apa yang dibaca dan ditonton teman-teman Anda. Publikasikan aktivitas Anda sendiri dan dapatkan kendali penuh.

Pertama-tama,

AKTIVITAS TEMAN DI YAHOO!

    Stambush Accord yang Belum Juga Tuntas

    REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA – Wakil Ketua Badan Legislasi (Baleg), Ida Fauziyah menegaskan persoalan ketidaksepahaman besaran parliamentary threshold (PT) masih akan dibahas di rapat pleno. “Sebenarnya sudah diputus tiga persen, cuma Partai Golkar yang meminta ditunda karena menganggap ada yang belum selesai,” katanya, Senin (30/5).

    Artinya, pembahasan mengenai besaran PT masih akan dibahas di tingkat kelengkapan alat dewan. Rapat lanjutannya akan dilakukan pada Rabu, (1/6) mendatang. Di sana, akan dibahas lebih lanjut catatan yang sempat diberikan ketika putusan besaran 3 persen PT itu diambil. Kalaupun nantinya dibawa ke sidang paripurna, diharapkan rancangan UU inisiatif DPR ini hanya tinggal disahkan.

    Menurut Ida, angka 3 persen merupakan angka ideal. Di satu sisi, pembatasan jumlah partai di parlemen bisa dibatasi, tetapi peluang suara yang hilang pun bisa diminimalisasi. “Idealnya memang hanya ada  tujuh partai di perlemen, tapi jumlah sembilan partai seperti sekarang pun masih realistis,” katanya.

    Kalaupun ada alasan ingin menyederhanakan jumlah partai, ia beranggapan perlu proses di tingkat masyarakat. Sebab masyarakat pun pada akhirnya bisa belajar dan menyadari perlunya penyederhanaan itu.

    Sementara itu, Wasekjen PKS, Mahfudz Siddiq mengatakan elektabilitas di survei rata-rata empat persen. “Masyarakat Indonesia unik, isu temporal sangat membangun opini. Tapi tidak berkorelasi positif. Hasil pemilukada dan pemilu pun belum tentu sama,” katanya.

    Artinya, lanjut Mahfudz, sangat mungkin mayoritas masyarakat Indonesia pada hari-hari terakhir akan berubah. Hal itu tergantung pada putusan kontroversial dan memberikan dampak ke publik. “Contohnya kenaikan BBM, parpol yang mendukung kebijakan itu langsung mengalami penurunan dukungan,” ujarnya.


    PEDOMAN KOMENTAR

    Ayo berpartisipasi membangun budaya berkomentar yang baik. Bila menemukan komentar bermuatan menghina atau spam, berikan jempol bawah, tanda Anda tak menyukai muatan komentar itu. Komentar yang baik, berikan jempol atas.


    Kolom komentar tersedia untuk diskusi, berbagi ide dan pengetahuan. Hargai pembaca lain dengan berbahasa yang baik dalam berekspresi. Setialah pada topik. Jangan menyerang atau menebar nuansa kebencian terhadap suku, agama, ras, atau golongan tertentu.


    Pikirlah baik-baik sebelum mengirim komentar.

     

    46 komentar

    • d'Borneo  •  11 bulan yang lalu
      Hmmm... Bermimpi tahun 2014 nanti hanya sedikit partai??

      Rasanya berat, klo presiden kita masih kayak SBY, klo ketua DPR kita kayak marzuki n' Ketua MPR kayak Taufi Kiemas.. dan para DPR yg mentalnya kayak gitu..

      Orang2 yg sebenarnya tidak punya kapasitas dSna. Bisanya hanya Politik pencitraan, sok mengecam, sok peduli, sok berani...

      Kentut semua..!!!
      • Anif Mubarok 11 bulan yang lalu
        Inilah Indonesia. Tahunya kalo menang seneng, kalah mengkritisi, tak puas protes, kita akui ini sudah menjadi sifat kita. Mbok yao jangan cuma berani ngomong aja. Sanpai kapan pun kalo hanya ngomong aja tanpa berani menunjukkan siapa kita, opo si kui..
        salam..
      • M Badwi 11 bulan yang lalu
        presiden kita tuli,bisu,buta untuk mendengarkan aspirasi rakyat..
        giliran sms iseng yg mengancam dirinya langsung di tanggapin dgn serius..
        sungguh ironi dengan nasib masyarakat lumpur lapindo yg ga jelas smp skr? nasib korban tsunami? korban wasior?? bagaimana dengan mereka pak? kenapa ga ada kelanjutannyaaaaa...
      • Sunandi Andi 11 bulan yang lalu
        mungkin sama aja, mo partai banyak to sedikit, negara kita kan gini2 aja karena para penguasa telah dihinggapi mental rakus, penjilat, dan penindas tak kan memperbaiki situasi
    • Thomas  •  11 bulan yang lalu
      Idealnya ambang batas(PT) itu 5 %, Partai Politik tidak perlu banyak2, 5 Partai Politik sudah sangat banyak. Elites Politik justru yg. harus belajar dari kenyataan bahwa banyak Partai sangat menimbulkan kerawanan berbagai kehidupan Masyarakat, jangan dimanfaatkan untuk berebut kedudukan dan mencari enak sendiri. Rakyat bukan hanya bisa belajar..tetapi lebih dari itu sudah kenyang mengalami kehidupan dalam banyak Partai...kalau terus2 begini..tinggal tunggu kehancuran Negara yg. diselimuti "kata Demokrasi". Kerbau saja tidak mau terantuk untuk keduakalinya..! Kita... 2 kali mengalami kehidupan Partai jumlah banyak (thn. 1955) dan kurun waktu terakhir ini..."tidak menguntungkan" untuk kemajuan masyarakat..!
    • C.A.Boeky  •  11 bulan yang lalu
      Apa sih "stambush accord" itu? Kalau menurut ingatan saya mungkin yang dimaksud ialah "stembuis accoord". Coba tolong diperika lagi jika menggunakan istilah asing.
      • Arie 11 bulan yang lalu
        stembuis atau stembus?
    • Cool Blue  •  11 bulan yang lalu
      Banyak partai di parlement apakah efektif,...? Yang ada justru uang Negara di ambur-amburkan dengan berbagai alasan yang engga jelas dan cenderung di cari-cari pembenarannya.
      Ya yang ngebentuk koalisi kek, kesepakatan dan kesepahaman antar partai atau bagi-bagi kekuasaan di parlement dan pemerintahan.
      Apa engga bisa dua partai saja Yang menang berkuasa dan yang kalah jadi oposisi pengontrol yang berkuasa,.....
      Gimana setuju........!
    • pakdebisma  •  11 bulan yang lalu
      wartawan penulis bikin pusing ..... gak bisa bedain stembush acoord sama parliament treshold blog blog bloooooggg .
      • Cool Blue 11 bulan yang lalu
        Pak de,... maksudnya blog bhs Bali GOBLOK ya,...
    • KANG emon  •  11 bulan yang lalu
      Sebetulnya org2 partai lah yg bikin ini negara kacau !!! Lihat aja kelakuannya di daerah sampai ke presiden .Termasuk anggota DPR /DPRD !!! Mana bisa diharapkan ???
      • Joe 11 bulan yang lalu
        Tidak semua orang partai .... orang Partai Demokrat kali ..
    • Eybie S  •  11 bulan yang lalu
      Satu-satunya jalan negeri menjadi lebih baik adalah revolusi, dan memang ita belum pernah melakukan revolusi. Banyak negara-negara maju pernah melaksanakan revolusi seperti Prancis, USA, dan Jepang.
      • . Sardjana 11 bulan yang lalu
        Emang keterbatasan pola pikir dan pengetahuan berpolitik sangat menentukan masa depan negeri ini , Sayangnya masih banyak warga kita yang hanya tahu bahwa hidup itu dikira hari ini saja , Sehingga ga kepikiran merenda masa depan .Makanya menjadi tugas penguasa dan elite politik untuk ambil keputusan , Menurut aq berbicara _ berpendapat boleh bebas , lsm, ormas boleh bebas , tapi untuk orpol cukup 2 _ 3 aja .
    • Antono  •  11 bulan yang lalu
      Akhirnya kita semua menyadari (kalo tidak malu dibilang mengakui) bahwa konsep dasar kepartaian yang dilakukan oleh ORBA itu benar, cuma saja pada saat itu disalah gunakan oleh penguasa untuk melanggengkan kekuasaannya...tapi secara pribadi saya pesimis jika saat ini bisa dilakukan penyederhanaan partai di parlemen...lah wong suatu partai yang kalah saja banyak anggota partainya yang keluar membuat partai baru, bagaimana mau disederhanakan...untuk berkoalisi antar parati yang kalah sangat rumit,rujet dan lama prosesnya...jadi menurut saya semua hanya wacana kalau tidak mau dibilang ...HANYA MIMPIIIIII......
    • Wal Suparmo  •  11 bulan yang lalu
      Wartawan kaliber ini harus berusaha untuk buka atau beli kamus dulu dan redaksinya yang mengoreksi juga demikian. Apalagi tehadap kata-kata asing yang selama hidupnya belum pernah didengarnya meskipun mengaku dari majalah/koran besar.Kata ini asalnya dari bahasa Belanda( jadi jangan mengarang seenaknya saja) yaitu STEMBUS ACCOORD= Permufakatan kotak suara.
    • luxman  •  11 bulan yang lalu
      sulit rasanya bila berbagai kepentingan mewarnai penentuan PT....
      kalo bisa koalisi kenapa tidak jadi koalisi permanen sekalian????
      jadikan satu sekalian partai yang punya kesamaan platform.
      banyak partai, banyak biaya.... banyak keruwetannya juga... apalagi ditataran grass root!
      ditingkat daerah sampai bingung cari2 kader...
      sudahlah
    • Krisan  •  11 bulan yang lalu
      Saya memberikan pemahaman terhadap keberadaan Partai di Indonesia
      Mengapa partai itu perlu dievaluasi karena selama ini pola para kader partai yang mencalonkan diri menjadi DPR memerlukan pengeluaran biaya yang cukup tinggi dan adanya budaya yang dipilih hrus berkorban uang utk para pemilihnya terlebih lagi banyaknya anggota DPR ini juga hrs dibiayai oleh negara utk gaji DPR dan tunjngan lainnya bayangkan saya pikir siapapun menjadi Pemimpin nanti kalau kondisinya spt itu wah pusing, apalagi pendapatan negara lebih kecil ketimbang pengeluaran kan hrs seimbang dan berhitung dengan matematika Operating Ratio (OR) total beban per pendapatan dan hindari pengeluaran lebih besar dengan penghasilan (REVENUE) dan bila kita mampu menciptakan OR yang baik saya yakin utk kepentingan menyelamatkan dan menolong masyarakat yg lemah dapat terwujud dengan nyata secara adil dan makmur disamping itu kalau kita cermati dengan seksama dimana pengeluaran yang besar bukan bukan hanya para calon itu sendiri dan para DPRNYA serta pemerintah jjuga akan mengeluarkan dana yang cukup besar utk setiap partai di indonesia dengan demikian tentunya menciptakan BEBAN ANGGARAN NEGARA YANG BESAR UTK NEGERI INI sementara masyarakat indonesia adalah masyarkat yg kehidupan ekonominya sebagian besar menengah kebawah daya beli masyarakat masih rendah kondisi ini tentunya ada penyebab bahwa kita hrs sadar INDONESIA adalah mantan Negara JAJAHAN bergulat dlm perjuaangan dan Merdeka kita beli dengan penderitaan-penderitaan yang berpuluh puluh tahun lamanya sehingga logikanya jelas masyarakt kita masih terbelakang dari segi kemapuan apa saja masih lemah dibandingkan dengan negara negara yang sudah maju seperti AMERIKA, INGGIRIS, JEPANG DSB dgn demikian dipandang perlu Pemerintah menitik berat faktor EFFESIENSI DAN EFFEKTIVITAS penggunaan UANG NEGARA dan fokus perbaikan EKONOMI DAN PENDIDIKAN SERTA KESEHATAN SELURUH RAKYAT INDONESIA jadi untuk merealisasikan tentu harus ada BIAYA anggaran yang tersedia cukup besar dengan demikian satusatunya cara adalah hemat dengan mengurangi Jumlah Partai Politiik di Indonesia maksimal 5 partai dan minimal 3 partai yang tujuannya untuk menekan pengeluaaran Negara dan era demokrasi yg kita terapkan adalah Demokrasi PANCASILA dengan berpolitik yang beretika dgn mengindahkan norma sopan santun norma hukum dan norma moral begitu juga REFORMASI yang bertatakerama krn masyarakt indonesia belum waktunya utk dilepas dan perlu diatur dan diarahkan selurh masyarakat utk berpandangan hidup dengan nilai nilai luhur PANCASILA , krn kita tdk menganut nilai LEBERAL semoga tuhan yang maha esa selalu memberikan kesuksesan dan kedamaian serta keselamatan utk seluruh rakyat indonesia dari artha jaya astawa bali
    • Zainal Abidin  •  11 bulan yang lalu
      parliamentary threshold (PT), issue yang sebenarnya menurut saya tidak begitu menarik, sebab tetap menjadi tarik menarik parpol antara yang eksis dan semakin kuat dengan yang akan mati dan dimatikan oleh "anak" sistem politik PT itu. justru yang urgent adalah bagaimana masyarakat mampu memahami proses demokratisasi dan mengambil inisiasi politik sebagai warga negara untuk lebih bijak apakah harus melahirkan partai-partai baru, mempertahankan dengan ego politiknya atau bergabung dengan parpol lain yang seideologi---minimal se-kepentingan. yang penting politisi terhormat kita semua tidak mengecewakan rakyat yang berjibaku dalam proses kemerdekaan (1945), revolusi (1965) dan reformasi (1997-8) termasuk mahasiswa. salam, "tangan terkepal dan maju kemuka"
    • siswoyo  •  11 bulan yang lalu
      Reformasi ? gagal 90 % Total , 10 % berhasil di Media , kebebasan berpendapat ? memang bedas tapi dicuekin ya sama dengan bohong
      Yang menikmari hanya para petuakang politik , banyak partai m tambah , gubernur , tambah Bupati , tambah Walikota , Tambah anggaran negara makin bengkak m hutang negara makin membubung tinggi , Rakyat kecil hanya diberi gula2 , Nanti akan begini ..........nanti akan sejahtera.......... ,nanti akan .................Hasilmya BOTOL .......... Bohong Total.......... Yang miskin tambah melarat............yang nganggur tetap nganggur..........pastilah sebobrok bobrok
      nya orde baru ...... hidup rakyat tenang ....... makanan cukup cari kerja gampang
      Reformasi 13 tahun memang berhasil ? untuk para petualamh politik , legidlatif m eksekutif
      dan lahan empuk bagi koruptor
      Reformasi 13 th untuk rakyat kecil Gatot Kaca ........ GAGAL TOTAL KACAU BALAU
      Sata Ingat sejarah akan runtuhnya Kerajaan Majapahit dulu , Kondisi politiknya seperti Indonesia sekarang ini , saling pamer pengarug dengan cara pencitraan , salimh berebut kekuasaan m saling menjatyhkan satu sama lain msaling berlomba untuk korupsi
      Pancasila di dengung dengungkan UUD 45 diagungkan , tetapi dalam prakteknya nggak pernah disentuh sana sekali
      Yang perlu rakyat tanyakan adalah pemerintahan model apa ? kok fegini jadinya
      Kalian semua wahai para pemimpin bangsa , kalian jadi pemimpin karena rakyat , tanpa rakyat
      kalian tidak jadi apa2 maka tanggapi keluhan rakyat , jangan kesentil sedikit saja marah
    • Ferry Sumaredi  •  11 bulan yang lalu
      Perembukan diatas sebenarnya tidak fair, masing-masing mengkalkulasi untuk mendapat jatah kekuasaan. Pola-pola seperti itu tidak perlu dan hanya menumbuhkan spekulasi negatip.
      Negara ini negara besar, yang utama mengecilkan kuantitas partai sehingga arti demokrasi terlihat rapi dan jelas jauh dari manipulasi apapun dan berkualitas.
      Prosentase kearah itu akan terbentuk dengan sendirinya tanpa susah payah mengkalkulasinya, dengan demikian demokrasi kian dewasa dinegara ini.
    • Subar Yadi  •  11 bulan yang lalu
      pembahasan steambus treshold merupakanhal yang menarik bagi partai-partai karena ini akan menentukan nasib banyak partai secara kuantitas untuk bertarung dalam pemilu
    • Alpu  •  11 bulan yang lalu
      kalo mau lebih sederhana kita bangkitkan kerajaan majapahit ga pake partai2an, irit ga da pemilu ga perlu bangun gedung baru,ga perlu ngegaji dewan dapet pensiun pula, ga perlu perawatan gedung ga da biaya studi banding, .... kalo ga mau bangkitkan kerajaan majapahit tolong jangan masukkan MAJAPAHIT HAYAM WURUK GAJAHMADA sebagai nama jalan dan masuk di pelajaran sejarah,... bila tetap dimasukkan ke dalam pelajaran sejarah jadikan PUBLIC ENEMY NO 1,........HIDUP MAJAPAHIT,... MAKAN TU DEMOKRASI,...
    • rdc  •  11 bulan yang lalu
      3 partai cukup...partai kambing, partai tikus, partai kuda
    • rdc  •  11 bulan yang lalu
      3 partai cukup...partai kambing, partai tikus, partai kuda
    • chairul  •  11 bulan yang lalu
      Balikin aja negara ini ke zaman kerajaan.......sudah MUYAAK ngliat gaya PRESIDEN yang lemah gemulai dan klemar klemer tanpa DAYA,Bubarkan aja DPR !!! PERCUM tak BERGUN.....
    • Romi  •  11 bulan yang lalu
      males mikir politik mulu.....
    POLL

    Apakah Anda setuju dengan langkah polisi yang siap membubarkan konser Lady Gaga demi keamanan?

    Memuat...
    Opsi Pilihan Jajak Pendapat