Berburu Harta Luthfi

Stephanie, Anak Indonesia Berprestasi

Liputan6.com, Jakarta: Puluhan medali dan penghargaan diraih Stephanie Handojo sejak 2007 lalu. Gadis kelahiran Surabaya 5 Nopember 1991 ini, sukses di "Special Olympics World Summer Games Athena 2011" lalu dan menjadi kontingen Indonesia pertama yang mendapat medali emas di cabang renang.

Akhir Juni 2012, Fanny termasuk 20 anak yang dipilih dari 12 juta anak di dunia untuk membawa obor Olimpiade di Notingham, Inggris. Awalnya Fanny disiapkan untuk berlari sejauh 300 meter.

Fanny satu-satunya pembawa obor olimpiade yang memiliki keterbatasan, IQ-nya setara dengan anak usia 15 tahun. Waktu dia terpilih sebagai pembawa obor oleh Komite Olimpiade di Notingham, Inggris, dia tahu tanggung jawab apa yang akan dipikulnya sebagai duta dari Indonesia karena dia baru 20 tahun, dan juga duta kaum difabel dan yang lebih luas sebagai duta olahraga. Itulah alasan kenapa dia kami pilih karena dia mampu melakukan itu semua melampaui keterbatasannya.

Keberhasilan Fanny membuktikan tekadnya dan mendapat apresiasi dari pemerintah. Sejak kecil, anak sulung dari tiga bersaudara ini memang bertekad kuat dan tak kenal putus asa. Sadar akan keterbatasan Fanny, keluarga berhasil memberikan stimulan yang tepat dan lingkungan yang kondusif bagi perkembangannya.

Tak hanya di olahraga, Fanny juga mahir di bidang musik. Kemahirannya memainkan piano berbuah rekor MURI. Semua prestasi didapatnya dengan kerja keras. Meski telah mencapai prestasi puncak, langkah Stephanie Handojo tak berhenti sampai di sini. Setelah membuka usaha laundry dan memberikan lapangan pekerjaan bagi orang lain, ia bercita-cita untuk mendirikan balai latihan kerja bagi penyandang down syndrom seperti dirinya agar mereka bisa memiliki hidup yang lebih bermakna bagi sesama. (FRD)