Perang Lawan Geng Motor

Suara Alfred Simajuntak Masih Lantang dan Empuk  

TEMPO.CO, Jakarta - Ketika membuat janji wawancara dua pekan lalu, Tempo tidak menyadari jika yang berbicara di ujung telepon adalah Alfred Simanjuntak. Suara pria pengarang lagu ini amat empuk, dan terdengar masih segar dan merdu.

Selain ahli menciptakan lagu, Alfred juga memiliki vokal yang baik. Pria 92 tahun ini menyajikan keahlian memencet piano sambil bernyanyi di sela-sela wawancara di kediamannya, di Bintaro, Tangerang. Suaranya tinggi, napasnya masih kuat, dan artikulasinya masih jelas.

Alfred selalu disiplin dan menjaga kualitas vokalnya dengan tidak merokok. »Jangan merokok, jangan makan pedas, dan jangan makan gorengan. Itu semua bisa merusak pita suara. Saya enggak pernah merokok, karena bikin kanker, kantong kering,” Alfred tertawa.

Lalu Alfred mengajak Tempo untuk melatih vokal dan mengambil nada mengikuti arahannya. »Do re mi fa sol la si doooooo….” Napas pencipta 42 lagu ini terlihat masih kuat untuk mengambil nada tinggi, sedangkan Tempo kepayahan mengikutinya.

Di rumah yang terlihat rapi dan bersih banyak terpampang foto dirinya dengan sang istri, Alida, serta anak-anak dan cucunya. Di atas almari juga terlihat beberapa penghargaan yang didapatnya selama berkarier menjadi guru dan musikus.

»Saya banyak dapat penghargaan, tapi dari sekolah, universitas, gereja. Tapi tidak ada dari pemerintah, belum pernah ada pemerintah datang ke sini. Saya juga tidak pernah mendapat undangan menghadiri HUT RI di Istana, dan tak dianggap veteran,” tutur Alfred sambil menunjuk beberapa penghargaan miliknya.

»Mungkin pemerintah tidak kenal siapa Alfred Simajuntak itu, Batak-Batak siapa ini,” katanya sambil terbahak.

ALIA FATHIYAH

Berita Terpopuler:

Keponakan Miranda Goeltom Gedor Penjara KPK

Cicak vs Buaya Memanas Lagi, Kini Polri Gugat KPK

Dirut RNI siap Ungkap Anggota DPR Peminta Upeti

Dua Hakim Agung Berseteru, Ada Pengusaha Terlibat?

Berapa Jokowi Kurban? Riya, Tak Perlu Disebut

PEDOMAN KOMENTAR

Ayo berpartisipasi membangun budaya berkomentar yang baik. Bila menemukan komentar bermuatan menghina atau spam, berikan jempol bawah, tanda Anda tak menyukai muatan komentar itu. Komentar yang baik, berikan jempol atas.


Kolom komentar tersedia untuk diskusi, berbagi ide dan pengetahuan. Hargai pembaca lain dengan berbahasa yang baik dalam berekspresi. Setialah pada topik. Jangan menyerang atau menebar kebencian terhadap suku, agama, ras, atau golongan tertentu.


Pikirlah baik-baik sebelum mengirim komentar.

POLL

Yakinkah Anda, wanita-wanita yang terlibat dengan Ahmad Fathanah akan dikenakan sanksi hukum?

Memuat...
Opsi Pilihan Jajak Pendapat