Subkontraktor Nuklir Jepang Berbohong Mengenai Paparan Radiasi

Tokyo (AFP/ANTARA) –Subkontraktor di pembangkit nuklir Fukushima, Jepang, menyuruh para pekerjanya untuk berbohong mengenai kemungkinan paparan radiasi tingkat tinggi, dalam upaya mempertahankan kontrak perusahaan tersebut.


Seorang eksekutif di perusahaan konstruksi Build-U, pada Desember menyuruh sekitar 10 pekerjanya untuk menutup dosimeter mereka, alat yang digunakan untuk mengukur paparan radiasi komulatif, dengan casing ketika mereka bekerja di wilayah-wilayah dengan radiasi tinggi, seperti dilaporkan surat kabar Asahi Shimbun dan media lainnya.


Tindakan itu nampaknya dirancang untuk meredam laporan mengenai paparan yang mereka terima, agar perusahaan itu dapat terus bekerja di lokasi bencana nuklir terparah yang terjadi dalam satu generasi tersebut, menurut laporan sejumlah media.


Gempa berkekuatan 9,0 skala Ritcher dan gelombang tsunami pada 11 Maret 2011 telah melumpuhkan perangkat pendingin di pembangkit nuklir Fukushima Daiichi, memicu kebocoran yang memuntahkan radioaktif dan memaksa puluhan ribu penduduk mengungsi.


Asahi Shimbun mendesak operator pembangkit Tokyo Electric Power untuk mengawasi ketat keamanan para pekerjanya.


Harian itu juga menyerukan kepada pemerintah untuk melakukan survei menyeluruh mengenai kondisi kerja di situs pembangkit tersebut, yang dilarang untuk umum, kecuali untuk kunjungan para wartawan yang dipandu para petugas TEPCO.


Beberapa pekerja di Build-Up mengatakan kepada Asahi bahwa seorang petugas senior dari perusahaan itu, yang menjabat sebagai supervisor lapangan, pada Desember mengatakan bahwa ia menggunakan sebuah casing dan mendesak mereka untuk melakukan hal yang sama.


Tanpa menggunakan casing, eksekutif itu mengatakan kepada para pekerja bahwa mereka akan dengan cepat mencapai batas paparan tahunan yang diperbolehkan yaitu sebesar 50 millisieverts, menurut Asahi. (ai/pt)

PEDOMAN KOMENTAR

Ayo berpartisipasi membangun budaya berkomentar yang baik. Bila menemukan komentar bermuatan menghina atau spam, berikan jempol bawah, tanda Anda tak menyukai muatan komentar itu. Komentar yang baik, berikan jempol atas.


Kolom komentar tersedia untuk diskusi, berbagi ide dan pengetahuan. Hargai pembaca lain dengan berbahasa yang baik dalam berekspresi. Setialah pada topik. Jangan menyerang atau menebar kebencian terhadap suku, agama, ras, atau golongan tertentu.


Pikirlah baik-baik sebelum mengirim komentar.