Jelajahi Yahoo! Bersama Teman-Teman Anda

Jelajahi berita, video, dan banyak lagi berdasarkan apa yang dibaca dan ditonton teman-teman Anda. Publikasikan aktivitas Anda sendiri dan dapatkan kendali penuh.

Pertama-tama,

AKTIVITAS TEMAN DI YAHOO!

    Sultan HB X: Wakil Kepala Daerah PNS, Parpol yang Rugi

    REPUBLIKA.CO.ID, YOGYAKARTA - Apabila wakil kepala daerah berasal dari PNS (Pegawai Negeri Sipil) yang dirugikan adalah Partai Politik (Parpol). Porsi parpol akan terkurangi, karena parpol hanya bisa mendukung kepala daerah.

    Hal itu dikemukakan Gubernur DIY Sultan Hamengku Buwono X pada wartawan di Kepatihan Yogyakarta, Jum'at (17/6). Hal itu disampaikan dia menanggapi usulan dari Mendagri Gamawan Fauzi baru-baru ini yang menyatakan agar wakil kepala daerah berasal dari kalangan PNS.

    Alasan Gamawan, wakil kepala daerah yang berasal dari PNS terutama yang sudah senior, bisa menangani persoalan-persoalan teknis seperti aspek kepegawaian, keuangan dan administrasi. Dengan demikian, kepala daerah bisa fokus pada kebijakan-kebijakan strategis.

    Menurut Sultan, usulan Mendagri tersebut belum bisa diantisipasi lebih jauh untung ruginya. Tetapi yang jelas yang akan dirugikan parpol.

    "Semua memang ada kekurangannya. Meskipun senioritas belum tentu punya potensi. Kecuali kalau PNS-nya harus yang golongan 4 B ke atas. Tetapi kalau golongan 4 D atau 4 E barangkali di daerah hanya ada satu orang, sehingga harus diambil dari Pusat, sedangkan yang di level kepala daerah dengan golongan 4 D mungkin sudah pensiun. Semua itu ada untung dan ruginya," beber Sultan.

    Sebetulnya, dia menambahkan, masalahnya bukan mana yang lebih baik dan lebih jelek, tetapi bagaimana konsensus itu bisa dicapai.

    PEDOMAN KOMENTAR

    Ayo berpartisipasi membangun budaya berkomentar yang baik. Bila menemukan komentar bermuatan menghina atau spam, berikan jempol bawah, tanda Anda tak menyukai muatan komentar itu. Komentar yang baik, berikan jempol atas.


    Kolom komentar tersedia untuk diskusi, berbagi ide dan pengetahuan. Hargai pembaca lain dengan berbahasa yang baik dalam berekspresi. Setialah pada topik. Jangan menyerang atau menebar nuansa kebencian terhadap suku, agama, ras, atau golongan tertentu.


    Pikirlah baik-baik sebelum mengirim komentar.

     

    Belum ada komentar

    POLL

    Apakah Anda bersedia membayar untuk kantung plastik saat belanja untuk mengurangi penggunaannya?

    Memuat...
    Opsi Pilihan Jajak Pendapat