Liputan6.com, Damaskus: Kementerian luar negeri Suriah, Kamis (2/8) menuduh Turki memainkan peran utama dalam mendukung terorisme di Suriah. Sementara Amerika Serikat dan Prancis secara eksplisit mendukung kelompok bersenjata.
Penguasa Suriah menuduh Turki, AS, dan Prancis telah melakukan kejahatan terhadap rakyat Suriah. Dalam surat yang dikirim kepada PBB dan diterbitkan oleh media pemerintah, kementerian luar negeri Suriah mengatakan bahwa Turki memberikan dukungan kepada para pejuang bersenjata di Suriah dengan cara membuka perbatasannya dan bandara untuk para teroris Al Qaida serta kelompok lain untuk bergabung bertarung di Suriah.
Tak hanya Turki. Kementerian luar negeri Suriah juga mengecam AS dan Prancis dan mengatakan bahwa kedua negara tersebut yang telah membiayai kelompok bersenjata berarti sama saja dengan melanjutkan tindakan kriminal mereka. Pernyataan kementerian ini dilontarkan pada saat negara sedang menyaksikan meningkatnya pertempuran militer antara pemberontak bersenjata dan pasukan pemerintah di kota-kota utama seperti Damaskus dan pusat ekonomi Aleppo. (ANT/Xinhua-OANA/Vin)

