Suripto: PKS Solid Dukung Hidayat-Didik

Jakarta (ANTARA) - Tokoh senior Partai Keadilan Sejahtera Suripto menegaskan seluruh kader solid mendukung pasangan Hidayat Nur Wahid-Didik J Rachbini untuk memenangi Pilkada DKI Jakarta 2012.

"Kelompok yang semula berbeda pendapat dalam hal tertentu telah bersatu untuk tujuan perubahan di ibu kota," katanya di Jakarta, Selasa.

Ia sekaligus menyanggah opini yang dikembangkan para surveyor bahwa kader militan PKS tergerus di Pilkada DKI, seperti dilansir JPNN (18/4).

"Surveyor itu hanya mengandalkan angka statistik, namun tidak mencermati fakta di lapangan yang dinamis. Justru sekarang PKS solid dan antusias mendukung Hidayat Nur Wahid-Didik Rachbini," katanya.

Menurut dia, soliditas dukungan tersebut tampak jelas pada acara "Tasyakur Relawan Hidayat" di Warung Apresiasi Bulungan, Jakarta, Minggu (22/4) malam, di mana selain kader, juga hadir warga PAN karena simpati dengan Didik Rachbini, termasuk warga nonpartai yang selama ini apolitis atau Golput, serta kaum marjinal.

Suripto juga merujuk pada lembaga riset The Cyrus Network sebelumnya yang menyebut pasangan Hidayat-Didik di posisi ketiga dengan raihan 7,9 persen.

Dari hasil survei itu pemilih PKS di Jakarta yang memilih pasangan Hidayat-Didik diduga hanya 42 persen.

Sisanya, kata Hasan Nasbi dari Cyrus, lari ke pasangan Fauzi Bowo-Nachrowi Ramli (21,7 persen), Jokowi-Ahok (23,2 persen), Faisal-Biem (4,3 persen), dan Hendardji-Riza (5,8 persen).

"Kok, bisa pemilih PKS lari ke pasangan lain. Malam itu justru kita lihat pendukung Hidayat dari berbagai komunitas yang belum terjangkau parpol. Saya hanya berpesan, mari berjuang bersama demi menegakkan keadilan bagi seluruh masyarakat. Perjuangan kita sangat berat, tetapi rakyat Jakarta cerdas memilih pemimpin jujur dan dipercaya," kata Suripto, yang datang khusus bersama anak

bungsunya.

Anak Suripto hobi musik, dan terkesan dengan penampilan seniman pendiri Kelompok Penyanyi Jalanan (KPJ) yang memiliki jaringan pengamen di pelosok ibu kota, Anto Baret saat bersama KPJ senior menyuguhkan lagu perlawanan "Negeri Linglung" dan "Banjir Lumpur".

Ia mengatakan, anaknya yang semula apolitis, kini tahu bahwa lewat seni juga bisa berpolitik memperjuangkan nasib rakyat.

Selain Suripto, tokoh senior PKS lainnya yang juga hadir adalah Abu Ridha, penulis buku wajib bagi kader "Falsafah Dasar Perjuangan PKS".

Abu Ridha yang datang bersama istri dan kedua putrinya mengatakan, "Sekarang telah lahir generasi baru PKS".

"Mereka lebih cerdas dan kritis. Semoga mereka tetap konsisten seperti ditunjukkan Hidayat," kata Abu Ridha, yang tidak percaya survei pesanan.

Anto Baret sendiri telah menyatakan dukungan kepada pasangan Hidayat-Didik.

Menurut Anto Baret, Jakarta butuh pemimpin jujur dan berani, dan tidak tergantung tekanan para pemodal atau preman.

"Sifat itu ada pada Hidayat Nur Wahid, tokoh muda yang telah terbukti mampu sebagai Ketua MPR. MPR yang melantik Presiden, kan," katanya.

Sedangkan Koordinator Relawan Hidayat Dr Zulkieflimansyah mengaku pihaknya bersyukur karena pendukung Hidayat tidak cuma dari PKS.

"Tampilnya pasangan Hidayat-Didik jelas meningkatkan kualitas demokrasi di Jakarta karena memperluas partisipasi warga pinggiran," katanya. (rr)

PEDOMAN KOMENTAR

Ayo berpartisipasi membangun budaya berkomentar yang baik. Bila menemukan komentar bermuatan menghina atau spam, berikan jempol bawah, tanda Anda tak menyukai muatan komentar itu. Komentar yang baik, berikan jempol atas.


Kolom komentar tersedia untuk diskusi, berbagi ide dan pengetahuan. Hargai pembaca lain dengan berbahasa yang baik dalam berekspresi. Setialah pada topik. Jangan menyerang atau menebar kebencian terhadap suku, agama, ras, atau golongan tertentu.


Pikirlah baik-baik sebelum mengirim komentar.