Survei: Popularitas Najib Jatuh  

TEMPO.CO, Kuala Lumpur -- Sebuah jajak pendapat pada bulan Mei mengungkap popularitas Perdana Menteri Malaysia Najib Razak jatuh dalam beberapa bulan terakhir. Jajak pendapat ini disampaikan pada Jumat, 1 Juni 2012. Najib kehilangan dukungan dari pemilih etnis Cina dan kelas menengah.

"Dukungan kepada Najib hanya 65 persen. Angka ini merosot empat persen jika dibandingkan hasil jajak pendapat Maret, 69 persen," demikian Merdeka Center, lembaga jajak pendapat terkemuka di Malaysia, dalam pernyataannya.

Najib menghadapi dilema pamor koalisi Barisan Nasional untuk membalikkan kondisi belum membuahkan hasil. Barisan Nasional gagal mengulangi kesuksesannya dalam pemilihan parlemen untuk menguasai dua per tiga. Namun, jebloknya popularitas Najib belum diketahui apakah berasal dari prestasinya atau turunnya popularitas Partai UMNO. Kemungkinan Najib akan menunda pemilu hingga pembahasan anggaran pada 28 September. "Kepuasan pemilih Melayu sebanding dengan ketidakpuasan pemilih Cina," demikian Merdeka Center.

Jajak pendapat itu menemukan dukungan paling rendah pada etnis Cina, dari 21 persen menjadi 37 persen, dan kelompok berpenghasilan menengah merosot 18 persen menjadi 50 persen. Popularitasnya di kalangan etnis Melayu, mayoritas penduduk Malaysia, naik 5 persen menjadi 79 persen. Popularitas pemerintah secara umum tidak berubah 48 persen.

Survei ini dilakukan antara 10 Mei dan 18 Mei dengan responden 1.019 pemilih terdaftar. Hal ini untuk mengukur sentimen setelah protes anti-pemerintah pada bulan April.

Popularitas Najib terangkat dengan bantuan untuk rumah tangga berpenghasilan rendah dan reformasi undang-undang keamanan represif. Dia mengumumkan perubahan kebijakan upah minimal Malaysia pada akhir April. Hal ini menjadi pengikat dukungan pemilih miskin.

Namun Najib menghadapi protes pemilih kelas menengah. Sedikitnya 25.000 demonstran berunjuk rasa di Kuala Lumpur pada bulan April, menuntut reformasi untuk sistem pemilu yang menguntungkan koalisi yang berkuasa. Protes berakhir dengan kericuhan setelah polisi menembakkan gas air mata dan meriam air untuk membubarkan kerumunan.

Sebuah jajak pendapat Merdeka Center menunjukkan bahwa 92 persen orang Malaysia ingin kelemahan soal daftar pemilih harus diperbaiki sebelum pemilu. Survei juga menemukan bahwa hanya 44 persen responden yakin dari proses pemilu bebas dan adil.

ASIAONE, EKO ARI

PEDOMAN KOMENTAR

Ayo berpartisipasi membangun budaya berkomentar yang baik. Bila menemukan komentar bermuatan menghina atau spam, berikan jempol bawah, tanda Anda tak menyukai muatan komentar itu. Komentar yang baik, berikan jempol atas.


Kolom komentar tersedia untuk diskusi, berbagi ide dan pengetahuan. Hargai pembaca lain dengan berbahasa yang baik dalam berekspresi. Setialah pada topik. Jangan menyerang atau menebar kebencian terhadap suku, agama, ras, atau golongan tertentu.


Pikirlah baik-baik sebelum mengirim komentar.

POLL

Yakinkah Anda, wanita-wanita yang terlibat dengan Ahmad Fathanah akan dikenakan sanksi hukum?

Memuat...
Opsi Pilihan Jajak Pendapat