Survei: Publik Mau Calon Presiden Militer  

TEMPO.CO, Jakarta - Lembaga Survei Nasional (LSN) mengumumkan jika pemilihan presiden dilakukan hari ini, 22 Oktober 2012, mayoritas publik menginginkan calon presiden bersih dan tegas. "Publik sudah tak sabar menanti calon pemimpin tegas yang dipersepsikan sebagai tokoh militer," kata Direktur Eksekutif LSN, Umar S. Bakry, dalam konferensi pers "Perang Bintang di Final Pimpres 2014," Senin, 22 Oktober 2012.

Menurut Umar, dari hasil survei 4-20 September 2012 di 33 provinsi, terdapat dua alasan sehingga mayoritas dari 1.230 responden cenderung memilih calon presiden dengan latar belakang militer. Alasan pertama adalah menurunnya kepercayaan publik pada keseriusan tokoh sipil dalam menyelesaikan berbagai persoalan.

Kegagalan kepimimpinan sipil, kata Umar, terlihat pada masa Megawati Soekarnoputri. Mega dianggap tak berani mengambil kebijakan strategis seperti saat menghadapi kenaikan harga sembako dan kenaikan harga bahan bakar minyak.

Alasan kedua karena akumulasi kekecewaan publik terhadap pemerintahan Presiden Susilo Bambang Yudhoyono. Kepemimpinan Yudhoyono dinilai tidak tegas, ragu-ragu, dan tidak berani mengambil risiko. "Sikap lemah Yudhoyono ini membulatkan keyakinan untuk memilih sosok capres yang tegas dalam pilpres nanti."

Kuatnya keinginan publik terhadap tokoh militer terbukti dengan survei yang dilakukan LSN. Dari 20 nama yang disodorkan pada publik, dua calon terkuat ditempati purnawirawan TNI. Mereka adalah Ketua Dewan Pembina Gerindra, Prabowo Subianto, dan Ketua Umum Gerindra, Wiranto.

Prabowo berada di posisi pertama dengan suara 20,1 persen dan Wiranto di posisi kedua dengan suara 12 persen. Sedangkan di posisi ketiga ada Jusuf Kalla dengan suara 9,4 persen, disusul Megawati Soekarnoputri 8,8 persen dan Aburizal Bakrie 7,1 persen.

Dari kalangan militer, Umar mengatakan survei tak hanya menyodorkan nama Prabowo dan Wiranto pada publik. Sejumlah nama lain seperti Kepala Staf Angkatan Darat, Pramono Edhie Wibowo, Luhut Panjaitan, dan Kiki Syahnakri juga ditanyakan pada publik. Namun, mayoritas publik memilih Prabowo dengan 29,9 persen dan Wiranto dengan 29,1 persen suara. Sedangkan perolehan suara para jenderal lain jauh berada di bawah mereka dengan persebaran suara merata.

IRA GUSLINA SUFA

Berita populer:

''Pengajian'', Bahasa Sandi Koruptor

Busyro Mengaku Kalah Saleh Dibandingkan dengan Novel

Busyro: Melempar Jumrah Bisa di Indonesia

Basuki: Kami Tidak Keteteran Hadiri Acara

Pengamat Sarankan Jokowi Delegasikan Wewenangnya

Surya Paloh dan Edward Rebutan Gunung Emas

PEDOMAN KOMENTAR

Ayo berpartisipasi membangun budaya berkomentar yang baik. Bila menemukan komentar bermuatan menghina atau spam, berikan jempol bawah, tanda Anda tak menyukai muatan komentar itu. Komentar yang baik, berikan jempol atas.


Kolom komentar tersedia untuk diskusi, berbagi ide dan pengetahuan. Hargai pembaca lain dengan berbahasa yang baik dalam berekspresi. Setialah pada topik. Jangan menyerang atau menebar kebencian terhadap suku, agama, ras, atau golongan tertentu.


Pikirlah baik-baik sebelum mengirim komentar.

POLL

Yakinkah Anda, wanita-wanita yang terlibat dengan Ahmad Fathanah akan dikenakan sanksi hukum?

Memuat...
Opsi Pilihan Jajak Pendapat