INILAH.COM, Jakarta - PT Surya Citra Media Tbk (SCMA) merencanakan stock split (pemecahan nominal saham) dengan rasio 1:5 sehingga nominal saham dari Rp250 menjadi Rp50.
Demikian hasil Rapat Umum Pemegang Saham Luar Biasa (RUPSLB) pada Rabu (5/9/2012). Direktur Utama PT Surya Citra Media Tbk, Fofo Sariaatmadja menuturkan, stock split tersebut dilakukan agar saham lebih likuid. Selain itu, volume perdagangan saham perseroan menjadi lebih besar. Stock split tersebut diharapkan dapat selesai pada September 2012.
"Mudah-mudahan stock split selesai pada bulan ini. Jumlah saham diperkirakan dari 1,95 miliar saham menjadi 9,75 miliar saham," tutur Fofo usai RUPSLB SCMA, Rabu (5/9/2012).
Selain itu, perseroan melaporkan hasil penggunaan dana penawaran saham perdana yang telah habis digunakan pada tahun ini dalam RUPSLB SCMA. Perseroan telah menggunakan dana hasil penawaran saham perdana sekitar Rp243,5 miliar untuk refinancing, modal kerja sekitar Rp8,6 miliar, dan ekspansi usaha sekitar Rp136,1 miliar. "Dana ekspansi usaha untuk program, peremajaan transmisi, infrastruktur, dan pengembangan fasilitas digitalisasi sistem," ujar Fofo.
Saat dikonfirmasi mengenai kontribusi hadirnya liga Champions di SCTV terhadap kontribusi pendapatan, Fofo enggan menjelaskan lebih detil. Menurut Fofo, hadirnya liga Champhions dapat meningkatkan rating share SCTV ke depan.
Adapun masa kontrak liga Champions selama tiga tahun. Dengan kehadiran liga Champions dapat melengkapi program televisi di SCTV.
"Selama ini porsi tayangan terbesar memang drama dan film televisi, lalu musik. Tayangan drama dan film televisi serta musik ini memberikan kontribusi cukup besar, dengan ada program olahraga khususnya bola melengkapi program di SCTV," tutur Fofo. [hid]
PLASADANA.COM - Menjelang diberlakukannya Masyarakat Ekonomi ASEAN (MEA) atau pasar tunggal ASEAN di sektor perbankan pada tahun 2020, pangsa pasar Bank Perkreditan Rakyat (BPR) diprediksi akan semakin tergerus. Direktur Penelitian dan Pelatihan Ekonomika UGM, Sri Adiningsih menilai, dengan dibukanya industri keuangan secara bebas, bank asing akan berlomba masuk ke pasar Indonesia. Termasuk, menyasar sektor mikro dan UMKM yang selama ini menjadi tumpuan dari BPR. ...


