Berburu Harta Luthfi

Suu Kyi 'Kelelahan' Kunjungi Parlemen Swiss

Bern (AFP/ANTARA) – Ikon demokrasi Myanmar Aung San Suu Kyi dijadwalkan mengunjungi parlemen Swiss pada hari kedua tur Eropa Jumat ini, setelah membatalkan pertemuan di malam sebelumnya karena kelelahan.


Pemimpin oposisi tersebut dijadwalkan untuk makan malam dengan pejabat pemerintah Swiss Kamis malam, namun dibatalkan karena sakit saat konferensi pers dan memutuskan tetap tinggal di hotelnya di Bern.


Suu Kyi, yang tidak pernah mengunjungi Eropa sejak 1988 setelah bertahun-tahun berada dalam tahanan rumah, telah bertemu dengan Menteri Luar Negeri Didier Burkhalter namun segera membatalkan konferensi tersebut dengan alasan "sangat lelah" dan tidak terbiasa dengan perbedaan waktu.


Suu Kyi dijadwalkan mengunjungi parlemen Swiss pada Jumat pukul 8:30, agar lebih dekat dengan negara tersebut.


Ia akan menggunakan helikopter ke bandara Zurich sebelum menuju Oslo di mana ia akan secara resmi menerima Nobel Perdamaian 1991 pada Sabtu.


Kemudian dalam perjalanan tersebut, Suu Kyi akan bertemu parlemen Inggris dan menerima penghargaan Amnesty International di Dublin dari bintang rock Bono, yang diikuti kunjungannya ke Prancis.


Aktivis veteran, yang akan berusia 67 tahun, memulai perjalanan Kamis kemarin dengan pidato di hadapan konferensi Organisasi Perburuhan Internasional PBB.


Ia mengundang investasi "demokrasi bersahabat" di negara miskin dan penyelesaian politik untuk mengakhiri pertumpahan darah etnis.


Kunjungannya menandai tonggak baru dalam perubahan politik di negaranya yang dikenal sebagai Burma sejak dekade pemerintahan militer berakhir tahun lalu, mengantarkannya ke pemerintahan kuasi-sipil dan memberikan kursi pada partainya di parlemen. (ia/ml)


PEDOMAN KOMENTAR

Ayo berpartisipasi membangun budaya berkomentar yang baik. Bila menemukan komentar bermuatan menghina atau spam, berikan jempol bawah, tanda Anda tak menyukai muatan komentar itu. Komentar yang baik, berikan jempol atas.


Kolom komentar tersedia untuk diskusi, berbagi ide dan pengetahuan. Hargai pembaca lain dengan berbahasa yang baik dalam berekspresi. Setialah pada topik. Jangan menyerang atau menebar kebencian terhadap suku, agama, ras, atau golongan tertentu.


Pikirlah baik-baik sebelum mengirim komentar.