Taipei (AFP/ANTARA) – Taiwan pada Senin mengatakan pihaknya telah menangkap dan akan mendeportasi pasangan asal China yang menjadi buronan negaranya atas tuduhan penipuan yang bernilai puluhan juta dolar.
Yeh Yanrong dan istrinya Ho Ti ditahan oleh petugas imigrasi di kota Taichung pada 9 Desember.
Yeh pada tahun 2008 mendirikan "Jietonka," toko kartu ponsel prabayar yang bermarkas di kota Xiamen, bagian tenggara China. Mereka memiliki 1.400 toko sebelum bangkrut pada bulan lalu.
"Mereka ditahan atas tuduhan perpanjangan visa mereka," ujar Liu Jiu-fu, seorang juru bicara badan imigrasi, kepada AFP.
Pasangan, bersama dengan putri mereka berusia enam tahun, diperkirakan akan dideportasi ke negaranya pada hari kemudian, ujar Liu.
Yeh (30), akan dikirim kembali di bawah kesepakatan bersama, yang ditandatangani pada 2009 antara Taiwan dan mantan saingannya, China.
Liu mengatakan bahwa pasangan itu meninggalkan negara pada akhir Oktober sebelum perusahaan mereka tiba-tiba bangkrut. Mereka diduga mencuri hingga 560 juta yuan sekitar Rp854,6 miliar) dari bisnis tersebut, ujar juru bicara itu.
Hubungan antara Taiwan dan China, yang memisahkan diri pada 1949 setelah perang sipil, memanas sejak 2008 ketika Ma Ying-jeou dari partai Kuomintang memenangkan kursi kepresidenan terkait platform dalam memperkuat perdagangan dan hubungan pariwisata.
Namun Beijing masih menganggap pulau itu sebagai bagian dari wilayahnya menunggu reunifikasi, jika perlu dengan kekerasan. (dh/ml)

