Taipei (AFP/ANTARA) - Taiwan Selasa mengatakan pihaknya memanggil pulang utusannya untuk Jepang sebagai protes atas pembelian Jepang atas pulau-pulau yang disengketakan yang juga diklaim Taipei dan Beijing.
"Kami mengecam keras tindakan Jepang yang menasionalisasi kepulauan Diaoyu, yang adalah satu tindakan ilegal yang melanggar kedaulatan wilayah" Taiwan, kata Menlu Timothy Yang dalam satu pernyataan.
"Kami menuntut keras pemerintah Jepang membatalkan tindakan ini. Tindakan sepihak dan ilegal Jepang itu tidak dapat mengubah fakta bahwa kepulauan Diaoyu adalah milik Taiwan.
Utusan Taiwan untuk Jepang Shen Ssu-tsun telah diperintahkan menyampaikan satu protes kepada Tokyo, kata pernyataan itu, dan menambahkan ia telah dipanggil pulang untuk melapor ke kementerian luar negeri mengenai insiden itu.
Kantor berita Central News Agency (CNA) milik Taiwan mengatakan diperkirakan ia akan pulang ke Taipei Rabu sementara seorang juru bicara kementerian luar negeri tidak dapat dihubungi untuk diminta komentar.
Pernyataan-pernyataan Yang yang diucapkan saat Jepang mengumumkan pihaknya telah menyelesaikan rencana pembelian pulau-pulau di Laut China Timur yang dikenal sebagai Diaoyu di China dan Senkaku di Jepang.
Kepulauan itu telah lama menjadi pusat sengketa wilayah antara Jepang dan China, dan baru-baru ini menimbulkan satu percekcokan besar setelah para aktivis dari kedua pihak berlayar ke kepulauan itu bulan lalu.
Jepang menahan 14 aktivis China yang berlayar ke pulau itu dari Hong Kong yang memicu protes China dan Taiwan, dan Tokyo segera mendeportasi mereka.
Beberapa hari kemudian, para aktivis Jepang mendarat di salah satu dari pulau-pulau itu dan mengibarkan satu bendera Jepang.
Kepulauan, yang terletak sekitar 160km dari kepulauan Okinawa dan 200 km dari Taiwan,merupakan jalur pelayaran penting, dan diperkirakan memiliki cadangan gas. (ar)

