Taiwan Panggil Utusan Jepang Karena Tindakan ‘Provokatif’

Taipei (AFP/ANTARA) - Taiwan memanggil perwakilan Jepang pada Minggu untuk memprotes tindakan “provokatif” oleh sebuah kelompok nasionalis Jepang yang tiba di sebuah pulau di wilayah yang dipersengketakan.


Sebuah kelompok yang terdiri dari 150 aktivis sayap kanan Jepang dan anggota parlemen mengunjungi kepulauan sengketa di Laut China Timur dan beberapa dari mereka pada Minggu dini hari menginjakkan kaki ke salah satu dari kepulauan tersebut, yang berada di bawah pemerintahan Tokyo dan juga diklam oleh China dan Taiwan.


Menteri Luar Negeri Taiwan, Timothy Yang segera memanggil Tadashi Imai, duta besar de facto Jepang.


“Langkah provokatif tersebut menambah ketegangan yang terjadi di daerah Laut China Timur,” ujar kementerian luar negeri dalam sebuah pernyataan.


Bulan lalu, kapal penjaga pantai dari Taiwan dan Jepang “bertabrakan” di perairan dekat gugusan pulau sengketa tersebut saat kapal Taiwan mengantarkan aktivis ke daerah tersebut.


“Gugusan pulau Diaoyutai adalah milik Republik China, dilihat dari sisi geografis, historis dan hukum internasional. Kepemilikan Republik China tidak dapat diganggu gugat,” ujar pernyataan tersebut.


“Langkah unilateral dan argumen oleh sekelompok orang dari Jepang tidak mungkin dapat mengubah kenyataan tersebut dan pemerintah Jepang harus segera menghentikan tindakan tersebut.”


Para aktivis tersebut tiba beberapa hari setelah Tokyo mendeportasi 14 demonstran pro-Beijing dari Hong Kong dan Macau yang tiba di pulau tersebut.


Pulau tidak berpenghuni tersebut, yang dikenal sebagai kepulauan Senkaku di Jepang, merupakan tempat terjadinya perseteruan pada akhir 2010 ketika Jepang menahan seorang nelayan pukat asal China yang menabrak dua kapal penjaga pantainya.


Jepang secara resmi mengakui Beijing dan tidak mengakui Taipei namun terus menjalin hubungan perdagangan dan kebudayaan yang dekat dengan Taiwan, yang merupakan koloninya antara 1895 hingga 1945. (ik/mp)

PEDOMAN KOMENTAR

Ayo berpartisipasi membangun budaya berkomentar yang baik. Bila menemukan komentar bermuatan menghina atau spam, berikan jempol bawah, tanda Anda tak menyukai muatan komentar itu. Komentar yang baik, berikan jempol atas.


Kolom komentar tersedia untuk diskusi, berbagi ide dan pengetahuan. Hargai pembaca lain dengan berbahasa yang baik dalam berekspresi. Setialah pada topik. Jangan menyerang atau menebar kebencian terhadap suku, agama, ras, atau golongan tertentu.


Pikirlah baik-baik sebelum mengirim komentar.