Tak Didepak, Dahlan Nyatakan Komisaris PTPN Mundur

  • CEO McDonald Dikritik Anak 9 Tahun  

    CEO McDonald Dikritik Anak 9 Tahun  

    Tempo
    CEO McDonald Dikritik Anak 9 Tahun  

    TEMPO.CO, Jakarta--Restoran cepat saji McDonald, lagi-lagi mendapatkan kritik karena menyasar anak-anak sebagai pangsa pasarnya. Kritik bertubi-tubi itu berlangsung dalam pertemuan pemegang saham tahunan McDonald Kamis, 25 Mei 2013.

  • Ke Pasar, Gita Wirjawan Belanja Bawang

    Ke Pasar, Gita Wirjawan Belanja Bawang

    Tempo
    Ke Pasar, Gita Wirjawan Belanja Bawang

    TEMPO.CO, Semarang - Menteri Perdagangan Gita Wirjawan hari ini meresmikan Pasar Boja di Kabupaten Kendal, Jawa Tengah. Di pasar yang baru selesai dipugar dengan dana Rp 4 miliar dari Kementerian Perdagangan itu, Gita menyempatkan diri berbelanja.

  • 2014, Datsun Bakal Bangkit Dari Kubur

    Plasadana

    PLASADANA.COM - Nissan Motor Co bakal meluncurkan strategi baru untuk merebut pasar Asia. Pabrikan asal Jepang itu bakal merilis merek yang sudah lama mati suri: Datsun. Dengan sub-merk kendaraan menengah ke bawah ini, Nissan bakal merebut pasar di India dan Indonesia. Menurut Kenichiro Yomura, Direktur Nissan Asia, mobil-mobil di bawah merek Datsun akan dipasarkan di 145 dealer di India, sebelum kemudian masuk Indonesia. Para 2014, beberapa model sedan buatan Datsun akan bersaing dengan

TEMPO.CO , Jakarta:Menteri Badan Usaha Milik Negara, Dahlan Iskan merasa tak pernah memecat salah satu komisaris PT Perkebunan Nusantara V, Maruli Goeltom. "Tolong dikoreksi oleh media, dia itu mengundurkan diri," kata Dahlan, Rabu, 27 Juni 2012.

Menurutnya, BUMN menerima surat pengunduran diri Maruli. Dahlan kemudian mengabulkannya. "Ya itu kan haknya Pak Maruli," Dahlan menegaskan.

Maruli tak lagi menjabat sebagai salah satu komisaris PT Perkebunan Nusantara. Sebelumnya Dahlan datang ke Komisi Pemberantasan Korupsi untuk melihat ketaatan pejabat BUMN terhadap laporan kekayaannya. Kala itu, Dahlan menyatakan akan memecat pejabat yang tak taat melaporkan harta kekayaan ke KPK. 

Maruli merupakan salah satu pejabat yang belum menyerahkan laporan itu. Maruli, ketika dikonfirmasi mengenai laporannya, mengatakan tidak mau menyerahkan Laporan Harta Kekayaan Pejabat Negara dengan alasan sudah melaporkan ke kantor pajak. "Setiap tahun kan saya lapor ke kantor pajak, silahkan KPK mengecek."

Terhadap pernyataan itu, Dahlan mengatakan, sebaiknya kalau keberatan melakukannya, Maruli disarankan mengajukan judicial review. "Kalau keberatan boleh menuntut," kata Dahlan.

Maruli mengundurkan diri dari posisi komisaris PTPN V yang dijabatnya sejak 2008 karena menolak melaporkan kekayaannya ke KPK. Ia merasa dirinya bukan sebagai pejabat negara, melainkqn komisaris.

SATWIKA MOVEMENTI

Berita Terkait

Dahlan Ancam Copot Bos BUMN yang Tak Lapor Kekayaan

Chandra Hamzah Laporkan Harta Kekayaan

Miliuner Baru Indonesia : Djoko Susanto

Datangi KPK, Bambang Setor Laporan Kekayaan

Tak Lapor Kekayaan, Komisaris Utama PT Perkebunan Didepak

PEDOMAN KOMENTAR

Ayo berpartisipasi membangun budaya berkomentar yang baik. Bila menemukan komentar bermuatan menghina atau spam, berikan jempol bawah, tanda Anda tak menyukai muatan komentar itu. Komentar yang baik, berikan jempol atas.


Kolom komentar tersedia untuk diskusi, berbagi ide dan pengetahuan. Hargai pembaca lain dengan berbahasa yang baik dalam berekspresi. Setialah pada topik. Jangan menyerang atau menebar kebencian terhadap suku, agama, ras, atau golongan tertentu.


Pikirlah baik-baik sebelum mengirim komentar.

POLL

Yakinkah Anda, wanita-wanita yang terlibat dengan Ahmad Fathanah akan dikenakan sanksi hukum?

Memuat...
Opsi Pilihan Jajak Pendapat