Laporan Wartawan Tribunnews.com, Adi Suhendi
TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Tidak jadinya pasangan calon gubernur DKI Jakarta Joko Widodo-Basuki T Purnama berkampanye di dalam Gelora Bung Karno (GBK) bukan karena tidak adanya modal, tetapi lebih karena adanya perkataan-perkataan bila GBK dijadikan tempat berkampanye maka akan merusak rumput yang ada di lapangan.
"Setelah mendengar suara-suara kalau di dalam GBK rumput bisa rusak, sehingga kita putuskan acara ini dilaksanakan di sekitar kawasan GBK," ucap Jokowi di Jalan Boobudur Nomor 22, Jakarta Pusat, Sabtu (30/6/2012).
Ditanya mengenai dana yang dianggarkan untuk melakukan kampanye terbuka besok, Jokowi tidak mengetahuinya secara pasti. Tetapi jelas lebih murah bila mengadakan acara di dalam Stadion Gelora Bung Karno.
"Besok dananya berapa, saya tidak tahu. Karena banyak sumbangan, ada yang nyumbang ondel-ondel, spanduk, tenda, dan lain-lain. Mungkin sepersuluh dari rencana di GBK sebelumnya. Tapi saya belum tahu jumlahnya," jelas Jokowi.
Ia pun menganggap bahwa untuk acara yang bertema Karnaval Kotak-Kotak hanya bermodalkan semangat saja, tidak ada anggaran-anggaran khusus. Ia mencontohkan untuk funbike saja ia hanya mengundang teman-teman untuk bersepeda bersama.
Dana kampanye yang berhasil ia kumpulkan di rekening dari sejumlah masyarakat, simpatisan, dan pendukungnya hingga saat ini ada sekitar Rp 9 miliar.
"Untuk tanggal 7 Juli 2012, semoga bisa mencapai ratusan miliar," candanya.
Namun, ia memperkirakan hinngga berakhirnya masa kampanye nanti, dana yang berada di rekeningnya akan mencapai sekitar Rp 16 miliar. Pasalnya sumbangannya bukan hanya berbentuk uang sajan tetapi ada yang berbentuk barang seperti atribut kampanye.
"Itu kan semua sumbangan. Ada yang sumbangannya Rp 100 ribu, Rp 1 juta, Rp 30 juta saja ada. Tapi ada juga dalam bentuk kain kotak-kotak, kaos, dan lain-lain," ungkapnya.
Mengenai dana kampanye yang dihimpun calon gubernur yang diusung Partai PDI Perjuangan dan Gerindra ini, menurut Jokowi pihaknya selalu jadi calon pertama yang melaporkan keuangannya ke KPU untuk diaudit. "Kita selalu yang pertama menyampaikan laporan keuangan untuk diaudit KPU," jelasnya.
- Rhoma Irama Anggap Foke Masih Pantas Pimpin Jakarta
- Jakarta Macet Gara-gara Kampanye, Foke Minta Maaf
- Karnaval Kotak-kotak, Jokowi-Ahok Tampung Keluhan…
- Saat Kampanye, Foke Sindir Cagub Daerah
- 350 Polisi Jaga Kampanye Hendardji-Riza
- Faisal Basri: Banggalah Jadi Orang Independen



Yahoo! OMG