Tokyo (AFP/ANTARA) - Perdana menteri baru Jepang menghadapi daftar panjang pekerjaan yang perlu dilakukan saat dia berkuasa, termasuk memperbaiki hubungan dengan negara-negara tetangga di Asia dan memulihkan perekonomian yang lesu, tutur para pengamat.
Salah satu agenda utama bagi Shinzo Abe adalah menangani ketegangan hubungan dengan China dan Korea Selatan, yang menyambut kemenangannya dalam pemilu dengan kewaspadaan setelah komentarnya terkait isu-isu sensitif seperti sengketa wilayah dan masa lalu imperialis Jepang.
Tokyo terlibat dalam keributan sengit atas gusuan pulau yang diklaim secara terpisah oleh Beijing dan Seoul, yang terkejut atas pertimbangan Abe untuk mengubah konstitusi damai Jepang pasca-Perang Dunia II.
Negara dengan perekonomian terbesar ketiga di dunia tersebut terhantam keras oleh kekacauan ekonomi di Eropa, penguatan yen yang melemahkan ekspor dan kekisruhan diplomatik dengan China yang membebani perdagangan, menghapus harapan Jepang untuk memperkuat pemulihan ekonominya setelah bencana tsunami tahun lalu.
Tantangan penting lainnya yang dihadapi pemerintahan baru yaitu apakah untuk menerima atau menolak politik patronasi yang terasah dalam rezim LDP, kata Hiroshi Hirano, profesor politik di Universitas Gakushin.
Bergabung dalan Kemitraan Trans-Pasifik, kesepakatan pasar bebas regional yang memicu kemarahan masyarakat, salah satunya di sektor pertanian yang dilindungi , akan membantu mendorong perubahan struktural dalam perekonomian Jepang yang sudah ditunggu, ujar Hirano.(ac/pt)


