TEMPO.CO, Jakarta- PT Jasa Marga (Persero) Tbk menunda kenaikan baru tarif tol Jakarta-Cikampek hingga akhir tahun ini. Sejatinya pemberlakukan tarif baru itu sudah dilakukan sejak bulan ini, sesuai ketentuan berlaku.
Menurut Kepala Divisi Manajemen Operasi Jasa Marga Taruli Hutapea penundaan kenaikan tarif itu dilakukan karena kondisi jalan yang belum bagus benar. "Menurut penilaian Badan Pengaturan Jalan Tol (BPJT) kondisinya masih belum memenuhi standar pelayanan minimum," ujarnya pada Kamis, 2 Agustus 2012.
Taruli mengatakan, saat ini, Jasa Marga sedang berupaya melakukan pembenahan di jalan tol sepanjang 83 kilometer tersebut agar rencana menaikkan tarif bisa segera diwujudkan. Dia tidak ingin ada potential lost akibat penundaan kenaikan tarif tersebut.
Salah satu langkah yang diambil oleh Jasa Marga adalah dengan menutup pagar yang berlubang. Namun langkah itu justru mengundang reaksi keras dari warga sekitar jalan tol di kilometer 8, Jatibening, Bekasi. Pasalnya warga selama ini sudah kadung terbiasa memanfaatkan daerah tersebut sebagai terminal bayangan.
Sebelumnya, Kepala Bidang Pengawasan dan Pemantauan BPJT Abraham Barus mengatakan kondisi Tol Jakarta-Cikampek belum memenuhi standar. Menurutnya masih ada sejumlah ruas jalan berlubang dan tidak rata. Selain itu masih ada sejumlah pagar tol yang berlubang.
SYAILENDRA


