Chicago (AFP/ANTARA) - Seorang pria asal Texas, Amerika Serikat pada Kamis, dijatuhi hukuman penjara 20 tahun karena menawarkan jasanya kepada jaringan teroris Al-Qaeda untuk melakukan âjihad yang keras." Pria tersebut bernama Barry Walter Bujol Jr dan berusia 30 tahun.
Bujol ditangkap pada tahun 2010 lalu setelah aparat penegak hukum tiga kali menggagalkan upayanya untuk meninggalkan AS guna melakukan jihad pada 2009.
Menurut jaksa penuntut seperti dilansir kantor berita AFP, Jumat, Bujol pernah menghubungi ulama radikal kelahiran AS, Anwar Al-Awlaqi -- yang tewas dalam serangan pesawat tanpa awak AS tahun lalu -- untuk meminta nasihat. Bujol pun menerima dokumen berjudul "42 Ways of Supporting Jihad" dari Awlaqi.
Bujol mencoba membuktikan dirinya mampu dengan melakukan berbagai "pelatihan". Dia juga berulang kali mengatakan pada seorang informan bahwa Al-Qaeda harus menargetkan personel AS yang mengoperasikan pesawat tanpa awak yang menargetkan para militan.
Bujol berhasil diciduk setelah mencoba menyusup ke sebuah kapal yang dikiranya akan bertolak menuju Aljazair. Dia membawa uang dan manual militer AS yang akan diserahkannya ke cabang Al-Qaeda di Yaman.
Ketika polisi menggeledah rumahnya, polisi menemukan video martir di komputernya. Dalam video tersebut, Bujol mengatakan pada istrinya bahwa dia kemungkinan tidak akan melihatnya lagi karena dia pergi untuk berjihad.
"Kami tidak menganggap ringan masalah-masalah keamanan nasional," kata Jaksa AS, Kenneth Magidson.
"Kasus ini dan keberhasilan resolusinya mencerminkan komitmen kami untuk menjadikan wilayah kami menjadi tempat yang lebih aman untuk ditinggali," tandasnya.
Bujol yang membela dirinya sendiri dalam persidangan, dinyatakan bersalah atas percobaan memberikan dukungan materi pada organisasi teroris asing tertentu dan pelanggaran indentitas karena menggunakan identitas palsu untuk masuk ke Pelabuhan Houston, AS. (yg/ik)


Yahoo! OMG