Penghargaan buat SBY

Telkom: Satelit Telkom-3 Telah Diasuransikan

  • Ini Dasar Penyegelan 12 Sumur Petro China

    Ini Dasar Penyegelan 12 Sumur Petro China

    Tempo
    Ini Dasar Penyegelan 12 Sumur Petro China

    TEMPO.CO, Jakarta - Sekretaris Daerah Kabupaten Tanjungjabung Timur, Aripuddin, mengatakan PT Petro China menolak membantu bahan baku hasil gasnya untuk program pembangunan Perusahaan Listrik Tenaga Gas. Program ini digagas Bupati Tanjungjabung Timur Zumi Zola.

  • Merpati Masuk 20 Maskapai Terburuk di Dunia

    Merpati Masuk 20 Maskapai Terburuk di Dunia

    Tempo
    Merpati Masuk 20 Maskapai Terburuk di Dunia

    TEMPO.CO, Jakarta -Konsultan periset maskapai penerbangan, Skytrax merilis rating 20 maskapai terburuk di dunia. Salah satu yang masuk dalam daftar itu adalah maskapai penerbangan Indonesia, Merpati Nusantara Airlines.

  • Petro China Tegaskan Sumur Migasnya Kantongi Izin

    Petro China Tegaskan Sumur Migasnya Kantongi Izin

    Tempo
    Petro China Tegaskan Sumur Migasnya Kantongi Izin

    TEMPO.CO, Jambi - PT Petro China Jabung International LTD menyatakan telah mengantongi izin sesuai Surat Keputusan Bupati Tanjungjabung Timur Nomor 113 Tahun 2006. Surat dikeluarkan di Muarasabak, ibu kota Kabupaten Tanjungjabung Timur, pada 2 Februari 2006.

Jakarta (ANTARA) - Perseroan Terbatas Telekomunikasi Indonesia (PT Telkom) mengaku telah mengasuransikan satelit Telkom-3 yang mengalami anomali saat peluncuran di tahap pengoperasian roket Breeze-M sehingga menyebabkan satelit hanya mencapai intermediate orbit.

"perseroan telah mengasuransikan satelit itu sehingga jika terjadi sesuatu tidak ada dampak keuangan yang signifikan. Secara akuntansi, kami telah melakukan pencatatan pada biaya dibayar di muka dan seandainya terjadi sesuatu akan dihapuskan dengan penerimaan dan klaim asuransi," kata VP Investor Relations Agus Murdiyatno dalam siaran pers di Jakarta, Rabu.

Ia mengemukakan bahwa perseroan telah mendapatkan informasi mengenai hal Telkom-3 itu dari First Deputy General Designer & General Director dari ISS Reshetnev rusi, perusahaan kontraktor utama satelit Telkom-3.

"Peluncuran satelit Telkom-3 dilakukan untuk meningkatkan kapasitas penyiaran dan mendukung layanan enterprise dan IP Backbone. Satelit Telkom-3 memiliki kapasitas transponder yang terdiri dari 24 tranponder Standard C-band 36 MHz bandwidth, 8 transponder Extended C-band 54 MHz bandwidth, 4 transponder KU-band 36 MHz bandwith dan 6 transponder KU-band 54 MHz bandwith," paparnya.

Dipaparkan Agus Murdiyatno, cakupan geografis Standard Cband yakni Indonesia dan negara-negara Asia Tenggara lainnya, sedangkan Extended C-band mencakup Indonesia dan Malaysia, dan KU-band mencakup seluruh Indonesia.

Satelit Telkom-3 diluncurkan pada Selasa (7/8) pukul 02.31 WIB dari Baikonus Cosmodrome di Kazakhtan.

Ia juga mengatakan bahwa kejadian Telkom-3 itu tidak memiliki dampak terhadap operasional dan layanan perusahaan. Saat ini, Telkom masih mengoperasikan satelit Telkom-1 dan Telkom-2.

Dikemukakan Agus Murdiyatno, satelit Telkom-1 memiliki kapasitas 24 transponder C-band dan 12 transponder Extended C-band dan akan beroperasi sampai 2016. Sementara untuk satelit Telkom-2 memiliki kapasitas 24 transponder C-band dan akan beroperasi sampai dengan 2020.

"Selain itu, kami menggunakan transponder dari beberapa oprator satelit lain untuk mendukung operasional perusahaan. Sementara ini, jika diperlukan tambahan transponder untuk memenuhi kebutuhan bisnis, kami akan menggunakan transponder sari satelit lain," paparnya.(ar)

PEDOMAN KOMENTAR

Ayo berpartisipasi membangun budaya berkomentar yang baik. Bila menemukan komentar bermuatan menghina atau spam, berikan jempol bawah, tanda Anda tak menyukai muatan komentar itu. Komentar yang baik, berikan jempol atas.


Kolom komentar tersedia untuk diskusi, berbagi ide dan pengetahuan. Hargai pembaca lain dengan berbahasa yang baik dalam berekspresi. Setialah pada topik. Jangan menyerang atau menebar kebencian terhadap suku, agama, ras, atau golongan tertentu.


Pikirlah baik-baik sebelum mengirim komentar.

Artikel Bisnis Terpopuler

POLL

Yakinkah Anda, wanita-wanita yang terlibat dengan Ahmad Fathanah akan dikenakan sanksi hukum?

Memuat...
Opsi Pilihan Jajak Pendapat