TEMPO.CO, Jakarta - Parkiran Pengadilan Tindak Pidana Korupsi (Tipikor) pada Jumat, 27 Juli 2012 hari ini tampak berbeda dari biasanya. Beragam mobil mewah buatan Eropa tampak memenuhi parkiran sempit itu sejak pagi.
"Ya, itu mobil keluarganya Ibu Miranda," kata seorang satpam Tipikor yang sedang bertugas di Jakarta, Jumat, 27 Juli 2012. Mobil-mobil itu kebanyakan milik keluarga, kerabat, dan kolega Miranda Swaray Gultom.
Parade mobil mewah itu mengundang decak kagum. Dari Mercedez-Benz hingga Toyota Alphard tampak memenuhi parkir gedung Tipikor. Di sebelah kanan gedung Tipikor, tampak sebuah Mercy hitam keluaran terbaru. Di depannya, ada mobil KIA biru yang digunakan adik Miranda. Hari ini, Miranda yang terseret kasus cek pelawat menjalani sidang. Keluarga serta teman dekat pun dengan setia menemaninya.
Dari pihak keluarga tampak dua anak Miranda, suami, serta adiknya. Di lain pihak, teman-teman Miranda yang dari penampilannya terlihat sangat "sosialita" juga tak absen memberikan dukungan. Di antara teman Miranda, hadir seorang sahabat kecil Miranda, Yani. "Saya selalu menyempatkan diri datang memberi dukungan. Saya bersahabat sudah 40 tahun," katanya seusai sidang.
Wanita berusia 50 tahunan ini ikut hadir dalam rombongan yang juga menumpang mobil-mobil mewah tersebut. Ia mengaku yakin Miranda tidak bersalah dalam kasus cek pelawat. "Saya yakin, saya tahu dia seperti apa," katanya.
Keluarga dan sahabat, kata Yani, selalu mendoakan agar Miranda diberi kekuatan untuk menjalani seluruh proses hukum.
Agenda sidang hari ini adalah tanggapan jaksa penuntut umum atas nota keberatan yang dibacakan Miranda. Miranda membantah pernah memberikan, menjanjikan, atau pun menganjurkan pada siapa pun untuk memberi apa pun, baik sebelum maupun sesudah pemilihan Deputi Gubernur Senior Bank Indonesia.
Miranda juga mengaku tidak melihat, mendengar, dan mengalami peristiwa pemberian cek pelawat dari Nunun Nurbaetie ke anggota Dewan Perwakilan Rakyat periode 1999-2004.
Miranda dijerat dakwaan alternatif berlapis. Ia disebut bersama-sama dengan Nunun memberi cek pelawat Bank Internasional Indonesia ke sejumlah anggota Komisi Keuangan DPR periode 1999-2004. Cek diberikan Nunun melalui kawannya, bos PT Wahana Esa Sejati Arie Malangjudo.
ANANDA W. TERESIA
Berita Populer:
Sersan Nicholas Dapat Hadiah Mudik ke Papua
Sensor Media Sosial Justru Memperburuk Kerusuhan
Miranda Tetap Mengecat Rambut dalam Sel
Angelina Minta Sesuatu kepada Brotoseno
Begini ''Curhat'' Perempuan Korea Utara



Yahoo! OMG