Washington (AFP/ANTARA) - Potongan dari tembikar tertua, sekitar 2.000 tahun lebih tua dari potongan sebelumnya yang pernah ditemukan, telah ditemukan di China, kata para peneliti dalam jurnal pengetahuan Amerika Serikat (AS), Kamis.
Tembikar itu diyakini milik sebuah komunitas pemburu-pengumpul keliling sekitar 20.000 tahun yang lalu dan tanda hangus jelas menunjukkan mereka mungkin telah digunakan dalam memasak.
Namun, prediksi awal mereka, ditentukan dengan analisis radiokarbon terbaru dari sedimen di sekitarnya, menunjukkan bahwa tembikar datang jauh lebih awal sebelum munculnya pertanian, mungkin sekitar 10.000 tahun.
Dan potongan-potongan tersebut lebih tua dari temuan serupa lainnya milik pemburu-pengumpul di China, Jepang, dan Rusia Timur Jauh, kata studi tersebut.
Gerabah itu ditemukan di Gua Xianrendong di utara Provinsi Jiangxi, China, sekitar 100 kilometer selatan Sungai Yangtze.
Radiokarbon menunjukkan bahwa gua itu mungkin digunakan oleh orang-orang dari sekitar 29.000 tahun yang lalu sampai 17.500 tahun yang lalu. Yang saat itu ditinggalkan dan digunakan kembali dari sekitar 14.500 tahun yang lalu sampai 12.000 tahun yang lalu.
Tembikar tertua yang ditemukan di gua tersebut diyakini berasal dari sekitar 20.000 tahun yang lalu, menurut studi oleh para peneliti di Peking University di China, Boston University dan Harvard University di Amerika Serikat, serta Eberhard Karls University di Jerman.
Masa itu dikenal sebagai Maksimum Es Terakhir (LGM), sekitar 25.000 sampai 19.000 tahun yang lalu.
Gideon Shelach, profesor di departemen Studi Asia Timur, Hebrew University mengatakan bahwa meskipun tembikar dapat mendahului pertanian, "kelangkaan sumber daya selama LGM memaksa masyarakat untuk mengembangkan cara-cara yang lebih baik dari pengumpulan dan pengolahan makanan." (ia/ml)

