Temui Pembeli BlackBerry, Pelajar SMK Dirampok  

TEMPO.CO, Jakarta - Malang bagi Renta Akbar, 16 tahun. Alih-alih ingin menjual telepon selulernya, ia malah kehilangan semua barang berharganya. "Termasuk motor yang ia kendarai ikut dirampas," kata kakak angkat Renta, Fitri, 36 tahun, saat ditemui di RSUD Koja, Selasa, 19 Juni 2012.

Tak hanya barang berharga yang hilang, nyawa Renta pun terancam. Pelajar kelas 2 SMK Yadika-I, Jakarta, tersebut menjadi korban penipuan, perampokan, sekaligus penusukan di Cilincing, Jakarta Utara.

Menurut Fitri, pada Senin malam, Renta yang tinggal di Tanjung Duren Timur 1, Gang Masjid Al-Munawaroh RT 13/1, membuat janji bertemu seseorang di Hotel Arion, Rawamangun, Jakarta Timur. Ia hendak menjual BlackBerry miliknya. Calon pembeli itu diyakini mendapatkan informasi dari pesan BlackBerry yang dikirimkan Renta secara berantai.

Di Hotel Arion, calon pembeli mengajak Renta ikut ke rumahnya. Tanpa curiga, Renta mengiyakan dan ia mengikuti motor calon pembeli hingga ke daerah Kanal Banjir Timur, Jakarta Utara. "Daerah tersebut sangat sepi," kata Fitri menirukan Renta.

Di daerah Kanal Banjir Timur, calon pembeli menepi. Ia mengaku ingin buang air kecil. Saat Renta menunggu di atas motornya, tiba-tiba muncul empat orang menyerang dirinya dari belakang. Renta dibacok. Total jenderal, ada lima penyerang. Di punggung Renta ada sekitar lima luka sabetan. Di pinggang sebelah kanan ada satu luka tusukan.

Barang-barang yang sedang dibawa Renta ludes dirampok. Menurut Fitri, saat itu Renta sedang membawa sepeda motor Vario merah B-6606-CGS, tas selempang berisi dompet, ponsel Nokia, dan ponsel BlackBerry yang hendak dijual.

Fitri sendiri tidak begitu paham kronologi peristiwa perampokan itu. Saat ini ia akan ke Markas Polsek Cilincing untuk mencari informasi lebih lanjut. "Setelah ditusuk, Renta dibiarkan terbaring di pinggir jalan berjam-jam hingga ditemukan petugas polisi yang berpatroli," tuturnya. Renta dibawa ke rumah sakit sekitar pukul 02.00 WIB.

Saat ditemui di Unit Gawat Darurat RSUD Koja, Renta sedang terbaring lemas. Ada infus serta perban di kedua tangannya. Mulutnya tak mengucap sepatah kata pun. Hanya matanya yang sesekali mengeluarkan air mata.

Renta belum menceritakan peristiwa yang baru ia alami secara utuh kepada keluarganya. Anak bungsu dari empat bersaudara tersebut masih shock. Ibunya, Sumiyati, 45 tahun, pun demikian. Ia masih tertunduk diam dan kadang-kadang menangis. Apalagi dokter mengatakan paru-paru Renta kempes.

MUHAMAD RIZKI

Berita lain

Polisi Tangkap Lagi Pembunuh Anak Reggae

Perampok Bertali Sepatu Beraksi Lagi

Jaringan Si Unyil, Julukan Penembak Satpam IPB

Polisi Minta PPATK Lacak Rekening Langit Biru

Kepolisian Kejar Pengeroyok Evan Mulyadi

PEDOMAN KOMENTAR

Ayo berpartisipasi membangun budaya berkomentar yang baik. Bila menemukan komentar bermuatan menghina atau spam, berikan jempol bawah, tanda Anda tak menyukai muatan komentar itu. Komentar yang baik, berikan jempol atas.


Kolom komentar tersedia untuk diskusi, berbagi ide dan pengetahuan. Hargai pembaca lain dengan berbahasa yang baik dalam berekspresi. Setialah pada topik. Jangan menyerang atau menebar kebencian terhadap suku, agama, ras, atau golongan tertentu.


Pikirlah baik-baik sebelum mengirim komentar.

POLL

Yakinkah Anda, wanita-wanita yang terlibat dengan Ahmad Fathanah akan dikenakan sanksi hukum?

Memuat...
Opsi Pilihan Jajak Pendapat