Gaza (ANTARA/Xinhua-0ANA/AFP) - Para tentara Israel yang ditempatkan di perbatasan dengan Jalur Gaza utara, Jumat menembak mati seorang aktivis Palestina, kata sumber-sumber Israel dan Palestina.
Radio Israel mengutip seorang juru bicara militer mengatakan, bahwa tentara menembaki para aktivis Palestina ketika ia mencoba menyeberangi perbatasan dan menanam sebuah bom pinggir jalan di pagar.
Sementara itu, Ashraf Al-Qedra, juru bicara kementerian kesehatan Hamas di Gaza mengatakan kepada Xinhua, bahwa Komite Palang Merah Internasional (ICRC) diberitahu oleh Israel kematian aktivis dan lokasi jenazahnya.
"Kementerian berkoordinasi dengan Palang Merah, yang dikoordinasikan dengan pihak Israel untuk memungkinkan ambulans Palestina menjangkau daerah tersebut, dan mengambil jenazah itu," kata al-Qedra.
Israel mendirikan zona dilarang pergi 300 kilometer di sepanjang perbatasan antara Jalur Gaza dan negara Yahudi itu.
Tentara Israel akan menembak segera pada siapa pun yang mencoba melanggar zona itu.
Kekerasan antara Israel dan Palestina di Gaza telah meningkat sejak Rabu, ketika seorang gerilyawan Hamas dibunuh dan lima lainnya luka-luka dalam dua serangan udara Israel di pangkalan pelatihan Hamas di tenggara kota Gaza.
Al-Qedra, mengonfirmasikan bahwa pria berusia awal 20-an tahun tersebut tewas ditembak pasukan di dekat perbatasan, namun pihaknya belum bisa mengambil mayat korban.
Seorang juru bicara militer Israel mengatakan, pasukan melepaskan tembakan ke arah seorang pria Palestina bersenjata setelah ia menembaki prajurit-prajurit Israel.
"Seorang Palestina melepaskan tembakan ke arah pasukan Israel tidak jauh dari pagar keamanan yang memisahkan Israel dari Jalur Gaza bagian utara, dan mereka membalas dengan menembakinya," kata juru bicara kepada AFP.
Dalam insiden tak berkaitan sebelumnya Jumat, polisi Israel membunuh seorang pria dan mencederai seorang lain yang berusaha menyeberangi perbatasan Mesir menuju Israel.
Satu sumber keamanan Israel mengatakan kepada AFP, kedua orang itu adalah warga Gaza yang tidak bersenjata.
Keadaan tetap tegang di perbatasan antara Israel dan Jalur Gaza, dimana pejuang Palestina menembakkan roket ke negara Yahudi itu dan militer Israel melancarkan serangan udara ke wilayah Palestina tersebut.
Pada 22 Juni, seorang Palestina tewas dan dua lain cedera, satu diantaranya dalam keadaan serius, ketika pesawat tempur Israel menyerang daerah sebelah timur Al-Bureij di Jalur Gaza bagian tengah.
Serangan udara itu dilakukan setelah pejuang Palestina di Gaza menembakkan dua roket ke Israel selatan namun tidak ada korban atau kerusakan.
Kekerasan itu terjadi di tengah gencatan senjata rapuh yang ditengahi Mesir antara Hamas yang menguasai Gaza dan Israel yang diumumkan Rabu malam (20/6) oleh sayap militer Brigade Ezzedine al-Qassam setelah kekerasan mematikan selama tiga hari di dan sekitar Gaza. (jk)

