Hingga 15 Januari 2013, sebanyak 132 tenaga kerja Indonesia (TKI) di rumah penampungan KBRI Riyadh, masih menunggu proses administrasi dan keimigrasian dari pihak Arab Saudi untuk segera dipulangkan ke Tanah Air.
"KBRI senantiasa mengupayakan permasalahan WNI di Riyadh dapat diselesaikan dalam waktu singkat, mengingat banyaknya WNI yang bekerja dan tinggal di luar kota Riyadh. KBRI juga melakukan pelayanan "jemput bola" untuk pelayanan kekonsuleran dan keimigrasian sekaligus melakukan pembinaan masyarakat secara rutin di wilayah kantong-kantong TKI," kata Direktur Informasi dan Media Kementerian Luas Negeri (Kemenlu), P.L. E Priatna dalam keterangan pers, Minggu (20/1). Demikian tulis Antara.
Sedangkan sepanjang 2012, Kemenlu telah menuntaskan ribuan kasus ribuan kasus hukum tenaga kerja Indonesia di Arab Saudi. Priatna mengatakan, melalui mediasi dan upaya Kedutaan Besar Republik Indonesia (KBRI), pemerintah berhasil menyelamatkan hak gaji para WNI yang bekerja di Arab Saudi senilai 2,6 juta dolar AS.
"Kemenlu melalui KBRI Riyadh pun telah berhasil menangani 4.360 kasus WNI baik berat maupun ringan. Dari keseluruhan kasus tersebut, sebanyak 4.195 kasus di luar kasus hukuman mati, berhasil diselesaikan dan para WNI tersebut telah dipulangkan kembali ke tanah air," kata Priatna.
Secara keseluruhan, 99 persen kasus yang masuk ke KBRI dapat diselesaikan. Sementara sisanya satu persen atau 165 kasus, akan diselesaikan pada tahun 2013 ini.
Priatna mengatakan, guna menangani kasus-kasus khusus, baik masalah pelanggaran hukum dan tindak pidana, KBRI menyediakan penerjemah dan pengacara sebagai pendampingan bagi TKI bermasalah dalam menghadapi persidangan.
"KBRI telah menjalin kontrak kerja sama dengan lima orang pengacara setempat dalam upaya memberikan perlindungan terhadap WNI bermasalah di bawah garis kendali Satuan Tugas Pelayanan dan Perlindungan WNI KBRI Riyadh," katanya.
Dalam kondisi normal, rumah penampungan itu dapat diisi rata-rata 150 orang TKI bermasalah. Namun, dalam masa-masa tertentu, seperti pasca musim haji, sering kali tempat transit itu dihuni melebihi kapasitas maksimal, kadang hingga 500 orang, kata Priatna.
Dalam kondisi tersebut, kata Priatna, KBRI menyediakan penampungan darurat di basement gedung KBRI dengan kapasitas tampung sebanyak 100 orang.
Perang Lawan Geng Motor
- Ini Titik Rawan Geng Motor di CirebonTempo - 11 jam yang lalu
- Guru Ini Diduga Jadi Panglima Geng MotorTempo - Kam, 23 Mei 2013
- Sultan: Geng Motor Tidak Pantas di YogyakartaAntara - Sen, 20 Mei 2013
- Kapolda Jabar instruksikan polisi tembak geng motor di tempatMerdeka.com - Sen, 20 Mei 2013
- Legislator Pekanbaru Dampingi Pelajar Tersangka Geng MotorAntara - Sen, 20 Mei 2013
- Komnas Anak Minta Geng Motor Pekanbaru DibebaskanAntara - Sen, 20 Mei 2013
- Geng motor penikam jurnalis Trans TV dibekukMerdeka.com - Min, 19 Mei 2013
- Anggota Geng Motor Penikam Wartawan Dibekuk Tempo - Min, 19 Mei 2013
- Cari anak didik Klewang, polisi razia geng motorMerdeka.com - Min, 19 Mei 2013
- 8 Kejahatan Geng Motor Klewang Tahun iniTempo - Min, 19 Mei 2013
- Anggota Geng Motor Biasa Seks BebasTempo - Sab, 18 Mei 2013
- Geng Motor Binaan Klewang Lahir dari Istilah SeksTempo - Sab, 18 Mei 2013
- Klewang Membawahkan 5 Geng Motor di PekanbaruTempo - Jum, 17 Mei 2013
- Warga Pekanbaru: Geng motor Klewang seperti kerajaanMerdeka.com - Jum, 17 Mei 2013
- Polda Metro janji tangkap geng motor yang meresahkan wargaMerdeka.com - Kam, 16 Mei 2013
- Ini beberapa geng motor perempuan yang bertindak brutalMerdeka.com - Kam, 16 Mei 2013
- Tiga Anggota Geng Motor Makassar Dicokok Tempo - Rab, 15 Mei 2013
- Klewang pernah pimpin geng motor serang Mapolresta PekanbaruMerdeka.com - Rab, 15 Mei 2013
- Polda Makassar Nyatakan Perang Lawan Geng MotorTempo - Sel, 14 Mei 2013
- Punya jimat, Klewang perkosa ABG di depan ratusan geng motorMerdeka.com - Sel, 14 Mei 2013
MERDEKA.COM,
Pilihan Redaksi
1 - 4 dari 24
PEDOMAN KOMENTAR
Ayo berpartisipasi membangun budaya berkomentar yang baik. Bila menemukan komentar bermuatan menghina atau spam, berikan jempol bawah, tanda Anda tak menyukai muatan komentar itu. Komentar yang baik, berikan jempol atas.
Kolom komentar tersedia untuk diskusi, berbagi ide dan pengetahuan. Hargai pembaca lain dengan berbahasa yang baik dalam berekspresi. Setialah pada topik. Jangan menyerang atau menebar kebencian terhadap suku, agama, ras, atau golongan tertentu.
Artikel Terpopuler
Hari Ini di Yahoo!
1 - 8 dari 35
Artikel Pilihan
Lainnya Dari 
POLL
Yakinkah Anda, wanita-wanita yang terlibat dengan Ahmad Fathanah akan dikenakan sanksi hukum?
Memuat...


Yahoo! OMG