Perang Lawan Geng Motor

Terlambat Ditangani, Dua Warga Tewas Kena DBD

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Dua warga Pulo Asem RT 011/01 Rawamangun Jakarta Timur, meninggal dunia terkena demam berdarah dengue (DBD) karena terlambat memeriksakan diri. Dua warga tersebut baru memeriksakan diri seetlah tiga hari menderita demam.

Kepala Dinas Kesehatan DKI, Dien Emmawati, mengatakan warga yang meninggal dunia berinisial S (48), dan menderita demam selama empat hari sepulang dari Bangka. Menurutnya pada 11 Mei, S berobat ke Rumah Sakit Gading Pluit, Jakarta Utara. Namun karena tidak membaik, tiga hari setelah itu, S kembali berobat ke rumah sakit dan menjalani pemeriksaan laboratorium.

"Berdasarkan hasil dari laboratorium, S terkena virus DBD. Selang satu hari, korban kedua berinisial B (15) yang merupakan anak kandung S. B juga didiagnosis virus DBD. Tanggal 16 Mei, S meninggal dunia dan empat hari kemudian, B juga meninggal dunia," ujar Dien, Selasa (22/5/2012) saat jumpa pers di Balai Kota, Jakarta.

Dien menjelaskan, rendahnya pengetahuan masyarakat terhadap gejala DBD, seringkali mengakibatkan keterlambatan penanganan. Dien menambahkan, pagi tadi pihaknya telah melakukan fogging di lokasi dengan radius 200 meter. "Jarak nyamuk terbang hanya mencapai 200 meter saja. Tanggal 29 Mei kami kembali melakukan fogging," pungkasnya.

PEDOMAN KOMENTAR

Ayo berpartisipasi membangun budaya berkomentar yang baik. Bila menemukan komentar bermuatan menghina atau spam, berikan jempol bawah, tanda Anda tak menyukai muatan komentar itu. Komentar yang baik, berikan jempol atas.


Kolom komentar tersedia untuk diskusi, berbagi ide dan pengetahuan. Hargai pembaca lain dengan berbahasa yang baik dalam berekspresi. Setialah pada topik. Jangan menyerang atau menebar kebencian terhadap suku, agama, ras, atau golongan tertentu.


Pikirlah baik-baik sebelum mengirim komentar.

POLL

Yakinkah Anda, wanita-wanita yang terlibat dengan Ahmad Fathanah akan dikenakan sanksi hukum?

Memuat...
Opsi Pilihan Jajak Pendapat