Jayapura (ANTARA) - Sejumlah aksi teror penembakan yang marak terjadi di kota Jayapura dan sekitarnya, sebulan terakhir ini diduga dilakukan oleh Mako Tabuni dan kelompoknya.
Dugaan itu berdasarkan hasil penyelidikan dan penyidikan yang dilakukan polisi, kata Kepala Bagian Penerangan Umum Mabes Polri Kombes Boy Rafli kepada wartawan di Jayapura, Selasa.
Kombes Boy Rafli mengatakan ada kecenderungan terutama terhadap sejumlah aksi penembakan yang terjadi diduga menggunakan senjata yang ditemukan bersamaan dengan tertembaknya Mako Tabuni saat hendak ditangkap anggota polisi.
Namun untuk membuktikan semua itu, maka pihaknya masih menunggu hasil dari Puslabfor, termasuk kasus penembakan yang menimpa warga Jerman di pantai Base G, 29 Mei.
Dalam kasus penembakan warga negara Jerman itu , tidak ditemukan proyektil ditubuh korban, jelas Kombes Boy Rafli seraya menambahkan.
Namun saat peristiwa itu terjadi ditemukan satu butir peluru yang kemudian diduga berasal dari senjata milik pelaku. Senjata yang ditemukan saat Mako Tabuni ditangkap adalah pistol jenis Taurus yang diduga dirampas dari anggota Polri.
Kombes Boy Rafli mengaku, saat ini pihaknya masih terus melakukan pengejaran terhadap para pelaku aksi teror lainnya yang belum ditangkap.
Selain terus mengejar para pelaku, maka Polri akan berupaya mengungkap apa yang menjadi motif hingga mereka melakukan berbagai aksi teror yang menimbulkan korban jiwa, kata Kombes Boy Rafli.
Mako Tabuni tertembak saat berupaya ditangkap anggota reskrim Polda Papua Kamis (14/6) lalu di kawasan perumnas Waena, Kodya Jayapura.(rr)



Yahoo! OMG