Liputan6.com, Niigata: Empat pekerja bangunan dilaporkan terperangkap di dalam sebuah terowongan di Prefektur Niigata, Jepang, yang meledak, kemarin. Namun, hingga Jumat (25/5), mereka belum ditemukan. Gas yang mudah terbakar diduga menjadi penghambat upaya pencarian tim penyelamat.
Laman Japan Today mewartakan, petugas pemadam kebakaran telah bekerja sepanjang Kamis malam, untuk mencapai tempat di mana empat pekerja hilang. Petugas mengatakan, gas yang mudah terbakar serta jarak pandang yang hanya satu meter menghambat upaya pencarian mereka.
Polisi mengatakan ledakan terjadi pukul 10.30 waktu setempat, sekitar 1.200 meter di dalam terowongan Hakkatoge yang memiliki panjang 2.840 meter. Terowongan yang meledak itu sedang dalam pembangunan untuk menghubungkan Tokamachi dan Minamiuonuma. Akibat ledakan tersebut sebanyak tiga pekerja yang berada pada jarak 150 meter dari pintu masuk terowongan menderita luka-luka.
"Kami telah mengidentifikasi gas tersebut dan memutuskan kapan kami bisa melanjutkan operasi pencarian dan penyelamatan," kata Tatsuo Nishino, kepala pemadam kebakaran Minamiuonuma pada sebuah konferensi pers yang disiarkan televisi lokal pada Jumat.
"Kami ingin melakukan segala kemungkinan untuk menurunkan densitas gas (dalam)," tambahnya.
Tim penyelamat sejauh ini berupaya mengeluarkan gas yang mudah terbakar dengan tabung udara yang ditempatkan di dalam terowongan. Pembangunan terowongan itu kabarnya telah tertunda selama beberapa bulan, dan geolog percaya terdapat gas alam di dalam terowongan itu.(TNT/ANS)

