Manila (ANTARA/Xinhua-0ANA) - Polisi Filipina telah menangkap seorang tersangka ledakan bom pada Kamis di satu terminal bus di provinsi Filipina barat Palawan, kata polisi, Minggu.
Direktur polisi lokal Inspektur Kepala Reynaldo Jagmis mengatakan tersangka, yang ia tidak sebutkan, ditangkap di dalam satu restoran di Puerto Princesa, sebuah kota yang terletak di provinsi pedalaman.
Jagmis mengatakan, ponsel yang berisi pesan tentang ledakan bom ditemukan dari tersangka.
Pada 5 April, sebuah bom buatan sendiri, dibuat dari bom mortir dan ditempatkan dalam kantong arang, meledak di dalam terminal bus di Palawan.
Tiga warga sipil terluka dan mereka dilarikan ke Rumah Sakit Advent Palawan setelah ledakan.
Tidak ada kelompok yang mengaku bertanggung jawab atas serangan itu.
Sepekan lalu, pemberontak sayap kiri yang dicurigai meledakkan dua bom buatan di sepanjang jalan kota Filipina selatan Minggu pagi, hampir melenyapkan konvoi kendaraan militer dan sipil yang melewatinya, kata seorang perwira militer.
Tidak ada yang luka setelah ledakan pukul 06.25 waktu setempat di Desa San Mateo, Kota Kidapawan, di Provinsi Cotabato Utara, Mindanao "tetapi penumpang sipil beberapa di antaranya mengalami trauma," kata Kolonel Leopoldo Galon, juru bicara Komando Mindanao Timur.
Ledakan-ledakan keras itu mengguncang desa pada saat truk militer membawa tentara dari Batalyon Infanteri ke-57 Angkatan Darat, mini-jeepney dan dua sepeda motor yang penuh dengan warga sipil sedang lewat, kata Galon.
"Semua orang lolos dari ledakan itu tetapi para penumpang sipil ketakutan," kata pejabat militer itu kepada Xinhua melalui pesan singkat, dan menambahkan insiden tersebut terjadi dekat daerah berpenduduk hanya beberapa kilometer dari kota.
Galon menduga pemberontak Tentara Rakyat Baru (NPA) mungkin berada di balik serangan terbaru itu, yang terjadi hanya beberapa hari setelah serangkaian bentrokan antara pasukan pemerintah dan pemberontak sayap kiri di provinsi tersebut yang menewaskan enam orang. (rr)

