Pekanbaru (ANTARA) - Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK), Jumat, melimpahkan berkas pemeriksaan dua tersangka kasus dugaan suap proyek Pekan Olahraga Nasional (PON) XVIII/2012 Riau dan keduanya juga akan diterbangkan ke Pekanbaru.
"Berkas pemeriksaan dua tersangka kasus dugaan suap PON hari ini sudah diserahkan ke Jaksa Penuntut Umum (JPU). Kabarnya mereka juga telah diterbangkan ke Pekanbaru untuk disidangkan di sana," kata juru bicara KPK Johan Budi kepada ANTARA Pekanbaru per telepon, Jumat.
Dua tersangka yang dimaksud Johan yakni Eka Dharma Putra selaku Kepala Seksi Sarana dan Prasarana Olahraga pada Dinas Pemuda dan Olahraga (Dispora) Riau serta Rahmat Syahputra dari PT Pembangunan Perumahan (PP) sekaligus Manajer Administrasi Konsorsium pembangunan proyek Stadion Utama (main stadium) PON Riau senilai Rp900 miliar.
Johan menjelaskan, setelah berkas penyidikan diterima bagian penuntutan, jaksa KPK memiliki waktu paling lama 14 hari untuk kemudian menyusun surat dakwaan tetap.
"Berkas penuntutan akan dilimpahkan ke Pengadilan Tipikor Riau di Pekanbaru," katanya..
Mengenai para tersangka lainnya dalam rangkaian kasus yang sama, demikian Johan, sejauh ini masih terus dilengkapi berkas pemeriksaannya.
"Pelimpahan akan menyusul," katanya.
Tersangka lainnya yang dimaksud Johan yakni tiga anggota Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Riau meliputi Taufan Andoso Yakin selaku Wakil Katua DPRD Riau dari Fraksi Partai Amanat Nasional (PAN) dan Muhammad Dunir dari Fraksi Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) serta Muhammad Faisal Aswan dari Fraksi Partai Golkar.
Kemudian KPK juga menetapkan status tersangka suap PON Riau untuk mantan Kepala Disporas Riau yang saat ini menjabat sebagai Staf Ahli Gubernur Riau H.M Rusli Zainal atas nama Lukman Abbas.
Kuasa Hukum Eka Dharma Putra, Eva Nora mengatakan, kilennya dikabarkan terbang dari Jakarta menuju Pekanbaru sekitar pukul 13.45 WIB.
"Setelah tiba di Pekanbaru, klien saya dan seorang tersangka lainnya akan ditahan sementara untuk kemudian disidangkan di pengadilan tindak pidana korupsi (tipikor) di Pekanbaru," katanya.(rr)



Yahoo! OMG