H+5 Terperangkap

Tesco Hentikan Bisnisnya di Jepang

London (AFP/ANTARA) - Perusahaan retail terbesar Inggris, Tesco, mengumumkan pada Minggu, bahwa mereka akhirnya membuat kesepakatan untuk keluar dari bisnisnya di Jepang.


Tesco mengatakan dalam sebuah pernyataan bahwa mereka akan keluar dari Jepang dalam dua tahap, pertama menjual 50 persen saham Tesco Japan kepada Aeon, grup retail terbesar di negara Asia tersebut, untuk sejumlah nominal.


Sekali dalam usaha patungan dengan Aeon, Tesco mengatakan bahwa mereka akan menginvestasikan sekitar 40 juta euro (sekitar Rp477 miliar) ke dalam bisnis Jepang untuk membiayai restrukturisasi lebih lanjut.


Setelah itu, Tesco mengatakan bahwa mereka tidak akan memiliki hubungan finansial dengan bisnis di Jepang. Penyelesaian transaksi masih dalam pembicaraan untuk mendapat persetujuan sesuai regulasi normal.


Tesco secara resmi mengumumkan 10 bulan lalu bahwa mereka menarik diri dari Jepang dan akan menjual lebih dari 100 supermarket kecil milik mereka di sana untuk lebih fokus dengan bisnis mereka lainnya di Asia.


"Saya berterima kasih untuk rekan bisnis di Jepang, yang telah melakukan pekerjaan yang sangat baik untuk bisnis, khususnya selama beberapa bulan terakhir," kata CEO Tesco, Philip Clarke, pada Senin.


"Kami sangat senang mengumumkan kesepakatan itu dengan Aeon saat ini, dan yakin bahwa itu akan memberikan hasil terbaik bagi staf kami, untuk pelanggan kami di Jepang dan bagi pemegang saham kami," tambahnya.


Tesco memasuki Jepang pada 2003, sedangkan saat ini bisnis mereka terdiri dari 117 toko kecil, terutama dengan nama Tsurakame, Tesco, dan Tesco Express, di daerah Tokyo dan sekitarnya. (jk/ik)

PEDOMAN KOMENTAR

Ayo berpartisipasi membangun budaya berkomentar yang baik. Bila menemukan komentar bermuatan menghina atau spam, berikan jempol bawah, tanda Anda tak menyukai muatan komentar itu. Komentar yang baik, berikan jempol atas.


Kolom komentar tersedia untuk diskusi, berbagi ide dan pengetahuan. Hargai pembaca lain dengan berbahasa yang baik dalam berekspresi. Setialah pada topik. Jangan menyerang atau menebar kebencian terhadap suku, agama, ras, atau golongan tertentu.


Pikirlah baik-baik sebelum mengirim komentar.