Berburu Harta Luthfi

Thailand Akan Batasi Ekspor Karet  

  • 22 Bank Dilibatkan dalam Program Pembiayaan Rumah  

    22 Bank Dilibatkan dalam Program Pembiayaan Rumah  

    Tempo
    22 Bank Dilibatkan dalam Program Pembiayaan Rumah  

    TEMPO.CO, Jakarta - Kementerian Perumahan Rakyat dengan PT Sarana Multigriya Finansial (Persero) atau PT SMF melibatkan delapan bank nasional dan 14 bank pembangunan daerah dalam program kredit pemilikan rumah fasilitas likuiditas pembangunan perumahan (KPR FLPP). Ini tercatat dalam nota kesepahaman (MoU) yang ditandatangani kedua pihak hari ini, Rabu, 22 Mei 2013, di Hotel Le Meridien, Jakarta.

  • Menkeu: RAPBN-P 2013 untuk Jaga Stabilitas Makro

    Menkeu: RAPBN-P 2013 untuk Jaga Stabilitas Makro

    Antara
    Menkeu: RAPBN-P 2013 untuk Jaga Stabilitas Makro

    Jakarta (ANTARA) - Menteri Keuangan Chatib Basri mengatakan pemerintah mengajukan RAPBN-Perubahan 2013 untuk menjaga ketahanan perekonomian nasional dan stabilitas ekonomi makro karena sejumlah asumsi tidak lagi sesuai dengan kondisi riil. "Telah terjadi perubahan signifikan pada asumsi ekonomi makro seperti pertumbuhan ekonomi, lifting migas dan nilai tukar yang menjauh dari kondisi saat ini," ujar Chatib dalam rapat kerja Badan Anggaran DPR dengan pemerintah di Jakarta, Rabu. ...

  • Inalum Bisa Kembangkan Industri Hilir

    Antara

    Kuala Tanjung, Sumut (ANTARA) - PT Indonesia Asahan Aluminium (Inalum) yang akan beralih sepenuhnya ke pemerintah Indonesia pada 1 November 2013 dan menjadi Badan Usaha Milik Negara (BUMN), bisa dan memiliki kemampuan untuk mengembangkan industri hilir seperti peralatan konstruksi bangunan dan perabotan rumah tangga. "Selama 30 tahun PT Inalum hanya memproduksi aluminium batangan (ingot) yang sebagian besar untuk memenuhi pasar ekspor," ungkap Direktur Umum dan Sumber Daya Manusia PT Inalum Ir.

TEMPO.CO, Bangkok - Produsen karet terbesar, Thailand, akan berdiskusi dengan Indonesia dan Malaysia mengenai kemungkinan pembatasan ekspor karet. Produksi karet negara itu mewakili 70 persen dari pasokan dunia sehingga kebijakan ini akan mempengaruhi harga. "Jika terpaksa, akan ada pembatasan ekspor," kata Wakil Menteri Perdagangan Thailand, Nattawut Saikuar, seperti dikutip Business Times, Kamis, 28 Juni 2012.

"Ketiga negara harus bersama-sama dalam membuat keputusan dan menetapkan jumlahnya (pembatasan)," kata dia. Perdana Menteri Yingluck Shinawatra akan mendiskusikan masalah ini secara informal dengan para pemimpin dari Indonesia dan Malaysia.

Harga pada bursa berjangka karet di Tokyo turun ke titik terendah selama enam bulan hingga hanya 257,9 yen (US$ 3,28) per kilogram. Harga terendah sejak 24 November karena kekhawatiran baru atas utang Eropa.

Sebelumnya, Nattawut juga sudah berdiskusi dengan Menteri Perdagangan Indonesia. "Kami sepakat bahwa harga karet telah jatuh pada level yang tidak pantas dan kami harus melakukan sesuatu untuk mencegah kejatuhan harga lebih lanjut," kata dia.

Para produsen karet telah bekerja sama untuk mendukung pasar karet sejak Desember 2008. Saat itu, harga karet jatuh hingga mencapai US$ 1,10 per kilogram saat resesi global memuncak sehingga mereka sepakat untuk mengurangi ekspor 915 ribu ton pada 2009 untuk menaikkan harga.

Asisten Direktur Eksekutif Gabungan Perusahaan Karet Indonesia (Gapkindo) Erwin Tunas mengatakan asosiasi sudah membahas secara internal tentang penurunan harga karet ini. "Petani juga sudah mengeluh," kata dia.

Ada dua mekanisme yang akan dilakukan untuk menstabilkan harga karet. Pada kesepakatan tripartit sebelumnya, Indonesia melakukan dua cara untuk menahan pasokan karet ke pasar dunia.

Pertama dengan pengendalian volume ekspor dengan mengurangi jumlah pengiriman karet dalam besaran tertentu berdasarkan kesepakatan tiga negara. Selain itu, bisa juga dengan imbauan agar petani mengurangi waktu penyadapan karet sehingga produksi berkurang.

Menurut Erwin, sekarang belum ada hitungan pasti mengenai jumlah pasokan dan permintaan karet dunia. Sehingga belum bisa disimpulkan bahwa penurunan harga karena berkurangnya permintaan dunia.

Namun, berdasarkan data Gapkindo, volume ekspor karet Indonesia saja untuk kuartal pertama 2012 turun 15 persen dibandingkan periode yang sama tahun lalu. Pada empat bulan pertama tahun ini, ekspor karet Indonesia hanya 550 ribu ton. Sementara penurunan permintaan tidak lebih dari 15 persen.

Sehingga, dia menduga penurunan harga bukan karena kelebihan pasokan atau turunnya permintaan. Tetapi, perilaku pedagang yang menginginkan posisi jual beli yang baik.

BUSINESS TIMES| EKA UTAMI APRILIA

 

 

 

 
PEDOMAN KOMENTAR

Ayo berpartisipasi membangun budaya berkomentar yang baik. Bila menemukan komentar bermuatan menghina atau spam, berikan jempol bawah, tanda Anda tak menyukai muatan komentar itu. Komentar yang baik, berikan jempol atas.


Kolom komentar tersedia untuk diskusi, berbagi ide dan pengetahuan. Hargai pembaca lain dengan berbahasa yang baik dalam berekspresi. Setialah pada topik. Jangan menyerang atau menebar kebencian terhadap suku, agama, ras, atau golongan tertentu.


Pikirlah baik-baik sebelum mengirim komentar.

POLL

Yakinkah Anda, wanita-wanita yang terlibat dengan Ahmad Fathanah akan dikenakan sanksi hukum?

Memuat...
Opsi Pilihan Jajak Pendapat