Washington (AFP/ANTARA) - Tiga orang Tibet telah melakukan aksi bakar diri, dengan satu di antaranya meninggal, dalam protes terbaru terhadap kekuasaan China di tengah tindakan keras pada demonstran, sebagaimana dikatakan sebuah kelompok pengasingan dan lembaga penyiaran yang berbasis di AS, Sabtu.
Kelompok Free Tibet yang berbasis di London dan Radio AS yang mendukung Free Asia mengatakan bahwa tiga orang Tibet membakar diri mereka pada hari Jumat di sebuah desa terpencil di provinsi Sichuan Cina, dengan satu meninggal dan dua lainnya terluka parah.
Dalam protes "mereka menyerukan kebebasan bagi Tibet dan kembalinya Dalai Lama," pemimpin spiritual di kawasan yang didominasi penganut agama Buddha yang tengah diasingkan, ungkap Radio Free Asia mengutip sumber yang tidak disebutkan namanya.
Radio Free Asia dan Free Tibet menyebutkan bahwa kedua orang Tibet yang luka berat berusia sekitar 60 dan 30 tahun, tapi identitas yang meninggal tidak jelas.
Aksi bakar diri dilaporkan di desa Phuhu sekitar 145 kilometer dari kota Seda, salah satu daerah dimana pasukan China baru-baru ini menewaskan sedikitnya tiga orang Tibet dan melukai puluhan lainnya karena mereka menembaki demonstran.
Sedikitnya 16 warga Tibet lainnya telah membakar diri mereka pada tahun lalu untuk memprotes apa yang mereka lihat sebagai penindasan Cina atas hak politik dan budaya di wilayah Himalaya.
Cina telah menuduh pemerintah-pemerintah dan media Barat serta Dalai Lama melebih-lebihkan kejadian untuk mengejar agenda terhadap Beijing dan mengatakan bahwa separatis terlatih mengobarkan kekacauan.


Belum ada komentar