Kenaikan BBM

Tim Bulu Tangkis Indonesia Tanpa Medali

TEMPO.CO, London - Ganda campuran terbaik Indonesia Tontowi Ahmad/Liliyana Natsir gagal meraih medali perunggu setelah dikalahkan Joachim Nielsen/Christinna Pedersen asal Denmark, 12-21, 12-21, di Wembley Arena, Jumat 3 Agustus 2012.

Dengan kekalahan tersebut, tim bulu tangkis Indonesia gagal mempersembahkan satu medali pun buat Ibu Pertiwi. Padahal sejak Olimpiade Barcelona hingga Beijing, cabang bulu tangkis selalu menyumbangkan medali untuk Indonesia. Salah satunnya adalah medali emas.

Liliyana mengungkapkan ia dan Tontowi sudah berusaha maksimal untuk menyabet medali perunggu. "Tetapi memang sulit," kata perempuan yang akrab disapa Butet itu seperti dikutip dari PBSI.com. "Kekalahan kemarin membuat kami sedikit down dan banyak melakukan kekalahan."

Sementara itu Tontowi mengatakan dirinya tampil dengan penuh tekanan. Pasalnya, kata Tontowi, ia dan Liliyana sangat diharapkan memenangkan pertandingan ini. "Apalagi ini pertandingan terakhir dan bulu tangkis belum menyumbangkan medali apapun," ujar atlet berusia 25 tahun itu.

Pada laga itu, Tontowi/Liliyana tampil buruk. Mereka kerap melakukan kesalahan mendasar sehingga membuat lawannya begitu mudah mendulang poin. Di gim pertama, juara ganda campuran  All England 2012 ini sudah tertinggal sejauh 4-11.

Tontowi/Liliyana berusaha memperbaiki penampilan mereka di gim kedua. Berkat perubahan tersebut, mereka sempat memimpin 3-0. Namun hal itu ternyata tidak berlangsung lama. Mereka kembali membuat kesalahan-kesalahan kecil dan memudahkan lawannya untuk mencetak angka.

PBSI | SINGGIH SOARES TONCE

Berita Terpopuler:

Madrid Pesta Gol ke Gawang LA Galaxy

Valencia Jajal Stadion Utama Gelora Bung Karno

Di Matteo: Pemain Baru Bakal Ubah Wajah Chelsea

Villas-Boas: Bale Pemain Berbakat

Sebelum 2014, Neymar Belum Bisa Tinggalkan Santos

Mourinho: Madrid dan Barca Klub Terbaik di Dunia

Madrid Menang, Mourinho Tetap Tak Puas

Jelang AFC Cup, Daya Lampu Gajayana Dititingkatkan

Lawan Valencia, Indonesia Gunakan Formasi 4-4-2

Mourinho Persilahkan Sahin Hengkang dari Madrid

PEDOMAN KOMENTAR

Ayo berpartisipasi membangun budaya berkomentar yang baik. Bila menemukan komentar bermuatan menghina atau spam, berikan jempol bawah, tanda Anda tak menyukai muatan komentar itu. Komentar yang baik, berikan jempol atas.


Kolom komentar tersedia untuk diskusi, berbagi ide dan pengetahuan. Hargai pembaca lain dengan berbahasa yang baik dalam berekspresi. Setialah pada topik. Jangan menyerang atau menebar kebencian terhadap suku, agama, ras, atau golongan tertentu.


Pikirlah baik-baik sebelum mengirim komentar.