Liputan6.com, Bogor: Pencarian korban pesawat Sukhoi Super Jet 100 yang jatuh di Gunung Salak dilanjutkan Jumat (11/5). Pencarian sempat dihentikan karena cuaca buruk dan kabut yang turun di sekitar lokasi jatuhnya pesawat.
Tim Gabungan akan dikerahkan mendekati lokasi jatuhnya pesawat. Namun proses menuju lokasi diperkirakan bakal sulit karena pesawat berada di tebing gunung. Korban juga diperkirakan berada 400 meter di bawah tebing.
Medan dan geografis Gunung Salak cukup berat untuk dilalui. Terlebih kabut menjadi halangan dalam proses pencarian. Awalnya tim gabungan akan menggunakan helikopter untuk proses evakuasi. Namun karena posisi pesawat di tebing, diperkirakan sulit melakukan evakuasi melalui udara. Angin kencang bakal membahayakan proses evakuasi.
Evakuasi diperkirakan melalui jalur darat dengan cara menuruni tebing. Jika korban sudah ditemukan, tim gabungan akan membawanya ke helipad terdekat yang dibuat di ketinggian 1.800 meter di atas permukaan laut. Setelah itu baru korban diterbangkan ke Bandara Halim Perdana Kusuma untuk selanjutnya dibawa ke RS Polri Kramat Jati, Jakarta Timur.
Tim gabungan sengaja mulai melakukan pencarian di pagi hari ini karena kabut mulai menipis. Kabut biasanya akan turun kembali di atas jam 12 siang. Diperkirakan hal itu akan kembali menyulitkan proses evakuasi.
Puluhan ambulans juga sudah dipersiapkan di posko utama untuk mengangkut korban. Sejumlah warga mengaku sempat mendengar suara gemuruh pesawat di sekitar Gunung Salak. Namun tak seorang pun di antara mereka yang melihat pesawat jatuh dan menabrak tebing gunung.(ULF)

