Seoul (AFP/ANTARA) - Sebuah tim dari Korea Selatan pada Senin, mulai berenang sejauh 230 kilometer dari pelabuhan timur ke kepulauan Dokdo, dalam pernyataan terbaru Seoul dari kedutaannya terkait klaim pulau tersebut oleh Jepang.
Tim yang dipimpin oleh penyanyi Kim Jang-Hoon berencana menyelesaikan renang hingga Hari Kemerdekaan Korea Selatan pada Rabu, yang menandai 36 tahun penjajahan Jepang atas Korea pada 1945.
Sengketa teritorial atas pulau yang dikendalikan Korea Selatan, yang dikenal dengan pulau Dokdo di Korea dan Takeshima di Jepang, telah terjadi selama beberapa decade.
Sengketa itu meletus lagi pada Jumat saat Presiden Korea Selatan Lee Myung-Bak mengunjungi wilayah vulkanik di Laut Jepang (Timur Laut).
Jepang marah dan menarik duta besarnya dari Seoul dan Perdana Menteri Jepang Yoshihiko Noda mengatakan bahwa perjalanannya itu – merupakan yang pertama bagi presiden Korsel, “sangat disesalkan.”
Kim melompat ke laut lepas Uljin dengan baju renang yang menutupi seluruh tubuhnya setelah upacara bersama 40 mahasiswa dan puluhan lainnya, kantor berita Yonhap melaporkan.
Para mahasiswa itu, yang semuanya adalah anggota klub renang di Korea National Sport University, akan ambil bagian dalam estafet renang selama 55 jam yang dipimpin oleh Kim, katanya.
Penyanyi itu telah menyiapkan semua itu untuk menyambut 45 tahun hari kemerdekaan Korea Selatan di laut, pada Selasa.
“Saya tidak akan pernah membuat komentar seperti ‘Dokdo adalah wilayah kami’, saat tiba di sana,” Kim mengatakan kepada wartawan sebelum pergi. “Kami tidak perlu mengatakan hal itu karena pada kenyataannya tidak bisa disangkal bahwa wilayah itu adalah wilayah kami.”(kn/ml)


