Penghargaan buat SBY

Tim Penyelamat Cari Korban Selamat Gempa Bumi Iran

Teheran (AFP/ANTARA) – Tim-Tim penyelamat di barat laut Iran pada Rabu, berusaha untuk mengeluarkan korban selamat dari reruntuhan di desa yang diratakan oleh gempa bumi ganda yang menewaskan sedikitnya 220 orang dan melukai lebih dari 1.500, menurut para petugas setempat.


Dengan hubungan lewat telepon yang terganggu di zona bencana, di timur laut kota Tabriz, tim darurat mengandalkan radio dan langsung mengunjungi desa yang dihantam bencana tersebut untuk menyelamatkan dan menilai kerusakan tersebut.


Gempa bumi yang mengguncangkan pada Sabtu tersebut terjadi selama 11 menit masing-masing berkekuatan 6,2 dan 2,0, menurut Universitas Seismologi di Teheran.


Survei Geologi AS, yang mengamati aktivitas seismik seluruh dunia, memberikan peringkat atas bencana tersebut sebagai bencana yang dahsyat, yang masing-masing berskalaa 6,4 dan 6,3.


Khalil Saie, kepala regional pusat bancana alam, mengatakan pada televisi setempat bahwa sedikitnya 200 orang tewas dan lebih dari 1.500 luka-luka. Dia menegaskan bahwa jumlah tersebut bisa bertambah.


Sebelumnya, dia menghimbau warganya yang bearada dalam area tersebut untuk tidak panik, meyakinkan mereka bahwa “pertolongan datang dan para petugas penyelamat sudah berada di tempat kejadian.”


“Sampai sekarang, tidak ada lagi kematian yang dilaporkan di kota tersebut dan semua korban berasal dari area pedesaan,” ujarnya.


Palang merah Iran mengambil alih stadion untuk menampung 16.000 orang yang meninggalkan rumah mereka atau sangat takut untuk kembali ke rumahnya, menurut laporan kantor surat kabar Fars.


Mereka juga menyediakan 3000 tenda, selimut, dan berton-ton makanan, sebuah tanda persiapan bertahun-tahun di negara yang rentan terhadap aktivis seismik katastropik.


Kantor Presiden Mahmoud Ahmadinejad menayangkan pernyataan pada situsnya yang mengungkapkan belasungkawa terhadap semua yang berada dalam area bencana tersebut dan memanggil pihak berwenang untuk “mengerahkan semua usaha dalam membantu masyarakat yang terkena dampak bencana.”


Menurut petugas kantor surat kabar IRNA, 66 tim penyelamat berada di tempat kejadian, menggunakan 40 perangkat dan tujuh anjing pelacak untuk mendeteksi korban selamat yang tertimbun reruntuhan. Sekitar 185 ambulan dikirim ke area tersebut.


Mereka yang terluka dibawa ke rumah sakit di Tabriz dan Ardebil, dua rumah sakit terbesar di dekat kota.


Sebaliknya , desa terpencil di kota-kota Ahar dan Varzaqan, 60 kilometer dari Tabriz, hancur , yang merupakan episnter terdekat dengan kedua gempa bumi tersebut. Daerah-daerah lain yang juga dekat dengan tempat kejadian tersebut, rusak.


Masyarakat yang berada di wilayah tersebut ketakutan di mana rumah mereka diguncang gempa bumi tersebut dan mereka berlarian ke jalan untuk menyelamatkan diri, menurut laporan setempat.

University Seismological Centre, Tehran, mengatakan bahwa gempa bumi pertama terjadi pada 4:53 waktu setempat dengan kedalaman 10 kilometer.


Gempa bumi kedua, gempa susulan yang sangat besar, bergemuruh dari tempat yang sama.


Zona bencana tersebut berlokasi di sekitar 90 kilometer dari perbatasan dengan Armenia dan Azerbaijan, dan sekitar 190 kilometer dari perbatasan dengan Turki. (dh/ml)

PEDOMAN KOMENTAR

Ayo berpartisipasi membangun budaya berkomentar yang baik. Bila menemukan komentar bermuatan menghina atau spam, berikan jempol bawah, tanda Anda tak menyukai muatan komentar itu. Komentar yang baik, berikan jempol atas.


Kolom komentar tersedia untuk diskusi, berbagi ide dan pengetahuan. Hargai pembaca lain dengan berbahasa yang baik dalam berekspresi. Setialah pada topik. Jangan menyerang atau menebar kebencian terhadap suku, agama, ras, atau golongan tertentu.


Pikirlah baik-baik sebelum mengirim komentar.