Wellington (AFP/ANTARA) – Tim penyelamat sedang melakukan pencarian di sebuah pulau terpencil di Tonga, pada Selasa, untuk menemukan dua pria asal Australia yang hilang pada pekan lalu ketika kapal mereka kandas dan hancur.
Kedua pria tersebut berusia 60-an, mereka sedang berlayar dari Karibia menuju Australia ketika keduanya meminta bantuan lewat radio pada Kamis malam. Kapal mereka yang setinggi 50 kaki (15 meter) menabrak batu di pulau Late, yang berada di Pasifik Selatan.
Sebuah pencarian di laut menemukan puing-puing kapal pesiar tersebut, namun tidak ditemukan tanda-tanda keberadaan kedua pria tersebut.
Informasi awal menyebutkan bahwa kedua pria itu merupakan warga Australia dan warga Inggris, namun media Australia menyatakan bahwa kedua pria tersebut merupakan warga Australia, bernama Ian Thompson dan Erwin Claus.
New Zealand Rescue Coordination Centre, yang mengorganisir pencarian tersebut, berharap kedua pria itu berhasil mendarat di Late, namun nampaknya sulit mencapai pulau vulkanik tersebut karena kondisi laut yang cukup buruk.
Koordinator tim penyelamat, Mike Roberts mengatakan bahwa 16 orang pencari telah memasuki daratan pada Selasa, dan mulai menyisir pulau sepanjang enam kilometer itu untuk menemukan kedua pria yang hilang tersebut.
“Para pencari telah mendarat di pantai dan mereka akan berkemah selama satu malam jika perlu,” kata Roberts.
"Selain itu, kami berharap dapat mengirim sebuah kapal untuk melakukan pencarian di garis pantai sekitar pulau itu, dengan menggunakan kayak dan perahu.”
Roberts mengatakan bahwa pencarian yang dilakukan di pulau tersebut, yang didominasi sebuah gunung berapi sepanjang 518 meter dapat memakan waktu selama dua hari. (ai/ml)

