INILAH.COM, Jakarta - IHSG pada perdagangan Selasa (24/7/2012) berakhir melemah 17,6 poin atau 0,4% menjadi 3.992,11. Volume perdagangan mencapai 3,8 miliar saham senilai Rp3,5 triliun.
Investor asing mengalami net sell Rp130,8 miliar. Pada penutupan hari ini tercatat 19 saham menguat, 130 saham melemah dan 104 saham stagnan. Indeks tidak dapat mempertahankan penguatan di sesi I. Indeks terjatuh di bawah level psikologis 4.000. Level terendah hari ini di 3.982,24 dan tertinggi di 4.035,28.
Indeks JII naik 2,8%, indeks ISSI naik 0,5%, indeks LQ45 naik 2,8%. Pelemahan terdalam dialami saham infrastruktur 0,9% disusul sektor aneka industri dan perkebunan 0,8% dan saham sektor petambangan 0,6%
Saham yang menguat seperti saham MSST Naik 15,7% ke Rp1.100, JECC naik 4,2% ke Rp2.475, SCMA naik Rp1,8% ke 11.050, INTP naik 1,3% ke Rp19.150, ACES naik 1,7% ke Rp5.800. Sedangkan saham yang melemah seperti saham DSSA turun 7,1% ke Rp13.000, AALI turun 3,6% ke Rp22.150, TOWR turun 3,6% ke Rp16.000, UNVR turun 1,3% ke 22.400.
Indeks Eropa Stoxx 600 turun tipis 0,1% ke 251,93 yang tertahan penguatan saham BP PLC 1%. Indeks DAX turun 0,3% ke 6.399, indeks CAC naik 0,2% ke 3.107,21 dan indeks FTSE cenderung negatif 0,1% ke 5.533,99.
Kenaikan indeks dibatasi dengan keputusan Moody's Investors Service menurunkan peringkat utang Jerman dari Triple A atau stabil menjadi negatif. Pada perdaganan Senin kemarin, bursa Eropa melemah tertekan kondisi Spanyol.
Bursa Asia bergerak mixed seperti indeks Hang Seng turun 0,7%, indeks Shanghai naik 0,2%, indeks Nikkei turun 0,2%, indeks STI naik 0,4%, indeks Kospi naik 0,2%, indeks KLSE turun 0,2%.
Hasil survei HSBC terhadap data PMI bulan Juli naik menjadi 49,5 dari 48,2 di bulan Juni. Hal ini mengurangi kekhawatiran pasar terhadap ekonomi China yang diduga terjadi perlambatan.


