Jelajahi Yahoo! Bersama Teman-Teman Anda

Jelajahi berita, video, dan banyak lagi berdasarkan apa yang dibaca dan ditonton teman-teman Anda. Publikasikan aktivitas Anda sendiri dan dapatkan kendali penuh.

Pertama-tama,

AKTIVITAS TEMAN DI YAHOO!

    Tjipta Lesmana Ingatkan Pers Soal Century

    Jakarta (ANTARA) - Guru Besar Komunikasi Politik Universitas Pelita Harapan Tjipta Lesmana mengingatkan kepada pers untuk mendorong penuntasan kasus Century.

    "Media jangan lupakan Bank Century. DPR bisa saja tidur karena kompromis, tetapi wartawan punya tanggung jawab untuk memunculkan kebenaran," katanya saat diskusi PWI di Jakarta, Selasa.

    Ia mengatakan, kasus Bank Century perlu diselesaiakan secara tuntas agar masyarakat mengetahui kebenaran sesungguhnya. Untuk itu, ia meminta agar pers memainkan perannya untuk mendorong penuntasan kasus ini.

    "Sebab semuanya politik, dikompromikan, dan dibiarkan hilang, kalau pers tidak mendorong, ya semua lupa," katanya.

    Ia menambahkan, pengungkapkan kasus itu penting untuk mengakhiri pola pemberitaan yang selalu berubah.

    Sebuah isu besar yang belum selesai seringkali ditutup oleh isu lainnya. Pada akhirnya, kebenaran yang sesungguhnya dalam suatu isu sulit sampai ke masyarakat.

    "Masyarakat menerka-nerka dan kemudian penuh curiga, ini tidak baik," katanya.

    Kasus penyelamatan Bank Century, pada November 2008 telah menjadi pemberitaan berbulan-bulan karena diduga adanya penyelewengan.

    Namun kasus itu kemudian mereda, setelah Sri Mulyani mengundurkan diri dari jabatan Menteri Keuangan.

    PEDOMAN KOMENTAR

    Ayo berpartisipasi membangun budaya berkomentar yang baik. Bila menemukan komentar bermuatan menghina atau spam, berikan jempol bawah, tanda Anda tak menyukai muatan komentar itu. Komentar yang baik, berikan jempol atas.


    Kolom komentar tersedia untuk diskusi, berbagi ide dan pengetahuan. Hargai pembaca lain dengan berbahasa yang baik dalam berekspresi. Setialah pada topik. Jangan menyerang atau menebar nuansa kebencian terhadap suku, agama, ras, atau golongan tertentu.


    Pikirlah baik-baik sebelum mengirim komentar.

     

    68 komentar

    • Arief  •  9 bulan yang lalu
      Kasus Century itu gak ada...itukan karangan si Bang.. Sat... aja, anjingnya si Ical, yang musuh ma bu Sri, karena proyek2 Ical (korupsiannya) banyak yang dijegal. Blum lagi Ical hampir bangkrut karena pemerintah (bu Sri) tidak mau nolong dia... (lagian ngapain nolong dia).

      Kok org2 Indonesia ini gak ngerti2 kenyataan ini?? Duit Century kan dibagi k nasabah Century... (org yang nyimpen duit di Century)....

      Jadi memang tidak ada kasus... kecuali kasus yang dibikin2 oleh Bang... Sat... Cs.. yang diempanin duit ma Ical.

      Woi... pake otak, bukan pake dengkul kalo mikir.... ok?
    • junaedi  •  9 bulan yang lalu
      kasus century bukan hal yang sulit...ganti pemerintahan..pasti selesai..politik itu yang berkuasa yang mengatur..ganti penguasa...bongkar borok yang lama..easy and simple
    • muchdiyanto kartal boy  •  9 bulan yang lalu
      waduh bung tjipta ,mmg sdh tradisi setiap ada hal2 yg baru dan menyangkut pemerintah slalu saja di alihkan isunya,biar hilang dgn sendirinya,kalau rakyat lupa kan kasusnya selesai.
    • Ali  •  9 bulan yang lalu
      Parpol, eksekutif, legislatif, yudikatif, POLRI, Kejaksaan, KPK, tokoh masyarakat dan pemuka semua agama, dll GAGAL (Baca komentar Bram H diatas). Hanya satu yang dipercaya skarang, yaitu Media dan Wartawan yang cinta tanah air dan kebenaran.
    • NIZWAR  •  9 bulan yang lalu
      Kasus terbesar bangsa ini adalah Bank Century, krn bank inilah titik akar permasalah bangsa ini, dr semula sdh nampak kalau masalah bank ini menyangkut ke PD, terbukti dgn pooling hak angket, hanya PD yg tdk setuju,...MAU APA COBA? namanya jg salah ya pasti bela diri donk. karena kalau kebongkar kan runyam, pilpres @#$% diulang lg...PD ancur.....pasti gak mau lahhh....makanya dihembuskanlah issue2 agar perhatian jd beralih.....segala macam issue, bahkan sampai issue yg tak msk akal jg dihembuskan......
      Spt Polri @#$% menemukan bom yg ditanam disaluran air dkt gereja katedral Tangerang, dr mana polisi tau kalo bukan dia sendiri yg nanem, teroris adalah organisasi yg terkenal rapi dan licin, akankah semudah itu terlacak? NYARI NAZARUDDIN AJA GAK DAPET2, pembohongan besar dilakukan Polri, issue lain lagi, soal pesantren al-zaitun pimpinan panji gumilang, dituding sbg tokoh NII, yg memberatkan adalah tudingan dr bekas menteri peningkatan produksi NII, KENAPA POLISI TIDAK PERNAH MENGEMBANGKAN KASUS INI? BUKANKAH KALAU SDH ADA MENTERI BERARTI ADA MENTERI2 YG LAIN, ADA PRESIDENNYA, SPT HALNYA MENGEMBANGKAN KASUS TERORIS, dicari hubungan dgn keluarga, tetangga, sekolah, dsb....
      Disangka SBY rakyat msh bodoh, ternyata SBY yg tidak tau kalau rakyat sdh tau semuanya....Nazaruddin gak mau pulang, dia takut spt Antasari atau Susno, atau memang itu yg diskenariokan oleh PD, oleh Anas, oleh SBY, oleh Marzuki Ali, oleh petinggi2 PD, agar selesai periode 2009-2014 yg dana pemenangannya diperoleh dari Bank Century....
      Ditanamkan Busyro, dipasang Timur Pradopo, dipasang Arief, ditarik Andi Nurpati dsb orang2 yg sdh dicuci otaknya oleh PD. PERCAYALAH......YG BUSUK PASTI TERCIUM, SIAPA SESUNGGUHNYA PENGHIANAT BANGSA INI, SEMOGA MATINYA DIMAKAN BELATUNG DAN DITOLAK BUMI....amin
    • C.A.Boeky  •  9 bulan yang lalu
      Terimakasih Pak Tjpta Lesmana mengingatkan pers, Kebetulan ada peluang. Menurut berita yang beredar Ibu Sri Mlyani Indrawati (SMI) akan ikut dalam Pilpres 2014. Partainya Serikat Rakyat Independen sudah dideklarasikan. Bagaimana kalau seorang wartawan senior meminta wawancara dengan SMI agar beliau mau berceritera tentang Bank Century sampai diduga merugikan negara sampai Rp.6.7 T, Kan SMI salah seorang decision maker pada waktu itu. Keterangan SMI akan membantu mendongkrak perolehan suara beliau dalam Pilpres 2014. Percayalah.
    • Utari  •  9 bulan yang lalu
      Para koruptor di hukum Gantung saja.
      kalau sby-budiyono terlibat,. Diusut saja,jangan pikirin mereka ri1-ri2
      mau tunggu apa lagi kalau benar2 bersalah.
      Udah jangan main akal2 an. Rakyat tidak bodoh.
    • MPH  •  9 bulan yang lalu
      Katakanlah:"Hai Ahli Kitab, marilah (berpegang) kepada suatu kalimat (ketetapan) yang tidak ada perselisihan antara kami dan kamu, bahwa tidak kita sembah kecuali Allah dan tidak kita persekutukan Dia dengan sesuatupun dan tidak (pula) sebagian kita menjadikan sebagian yang lain sebagai Ilah selain Allah.Jika mereka berpaling maka katakanlah kepada mereka:"Saksikanlah, bahwa kami adalah orang-orang yang berserah diri (kepada Allah)". (QS. Ali –‘Imran: 64) Allah SWT mengetahui semua yang kita sembunyikan..!!
    • kabayan  •  9 bulan yang lalu
      Saya setuju dg pernyataan Pak Tjipta. Karena partai2 besar masing2 punya masalah shg saling sandera dan akhirnya...............ya masing2 tidak mau membuka borok orang lain, lha wong dia sendiri jg punya borok. Kalau di media kayaknya mereka berantem tp saya yakin kalau diluar ya...rukun2 aja deh...
    • aqsosina  •  9 bulan yang lalu
      ah.......anda semua ga usah pada bingung udah rentalkan saja negri ini.....

      habisnya yg pada pegang jabatan hanya pikirin kepentingan sendiri.....sementara hak rakyat banyak yang terrampas....
    • Tiarajo  •  9 bulan yang lalu
      heran jg kepada pers kenapa tdk beritakan lgi??sudah digertak ya????takut ????
    • Anto  •  9 bulan yang lalu
      ya inilah cermin bangsa dan negara kita....kita memiliki presiden dgn pangkat jendral..bintang 4 di pundak....tapi bermental pengecut..bernyali kecil...sama sekali gak punya keberanian untuk menegakkan harkat dan martabat bangsanya......takut dengan dgn bendahara-nya sendiri....sampai2 harus mengemis-meminta nazarudin plg ke indonesia......mana pantas bangsa yg besar ini dipimpin oleh presiden yg takut dgn bendahara partainya ? .....sebenarnya SBY ini presiden republik indonesia...atau presiden-nya partai demokrat ?... sibuk dgn politik pencitraan...tapi "tidak mau" untuk mengurusi dan memperhatikan nasib rakyat kecil yg tinggal di pinggir sungai...di kolong jembatan......."tolong dilihat pak.......biaya pendidikan makin tdk terjangkau....biaya kesehatan..makin tidak terjangkau......." rezim ini membikin keadaan yg lebih buruk dari dari rezim orde baru.....dulu kami bisa berkuliah dgn biaya Rp 120.000/semester.....tapi sekarang ?........sesungguhnya kalo seorang SBY mau meletakkan ego-nya..dan mau mendengarkan suara rakyat ...tentunya dia tahu rakyat ini sdh bosan dibohongi....lihat tuh..jajaran menteri-menterinya yg gak becus bekerja....semuanya pada bekerja untuk kepentingan partainya masing-masing.....kami merindukan seorang presiden yg berwibawa...mempunyai kharisma dan keberanian untuk membela rakyatnya.....bukan seorang presiden pengecut yg membiarkan kasus korupsi bertebaran dimana-mana....dan membiarkan nasib rakyatnya makin menderita....................
    • Arabian  •  9 bulan yang lalu
      Saya setuju dengan seruan pak Jipta kepada para wartawan Indonesia. Belajarlah dari wartawan Amerika yang membongkar kasus-kasus besar. Mereka bekerja seperti detektif bukan wartawan kita hanya cari uang. Dikasih uang berita hilang kalau tidak dapat uang dibuat-buat beritanya. Kita harus tegakkan kebenaran jangan menekan/mengancam sumber berita untuk dapat uang. Bravo wartawan Indonesia yang rela mati untuk kebenaran seperti kasus di Yo----a, Kalimantan dll.
    • edorawamangun  •  9 bulan yang lalu
      Jangan jangan memeng begitu maunya,negara membusuk sosekbudpolhukam kocar kacir wal morat marit,lantas SOB kan negara dalam bahaya,die die lagi yang kuasa.repressssivvvvveeee.Amit amit jabang INDON.
    • cinta NKRI  •  9 bulan yang lalu
      menurut gw kasus ini cm akal2an doank buat jatohin sri mulyani dan boediono yg kinerjanya emg bagus. la wong ibu sri mulyani @#$% berturut2 jd menteri keuangan terbaik dunia...
      masa kebijakan @#$% disalahkan,,kan ketauan yg jahatnya si robert sm arfat bw kabur tuh duit, yg sbgian skrg udh balik n jd bank mutiara.
      hati hati om dengen provokasi, harus pk logika. skrg jamannya politik edan...jgn sampe kita ikutan fitnah org tanpa bukti yg jelas, takut dah nanggung dosanya. kya pak Boediono & bu Sri mulyani yg kmn mn selalu dicaci, pdhl blom terbukti salah. coba dosa siapa itu fitnah????nauzubillah min dzalik...hati2 dgn isu yg ada
    • rakyat jelata yg tdk perc ...  •  9 bulan yang lalu
      pejabat semua hanya bisa gonggong sekalinya gigit salah gigitnya orang bukan pencuri malah digigit yang nyolong malah kabur. Semua partai, semua anggota DPR /legeslatif, Pejabat pemerintahan dari Desa samapi Jakarta dari Prajurit sampai jendral harus pakai duit. gantinya korupsi.
      mau jadi kepala dusun, kepala desa harus nyogok entah ke pejabt di kecamatan juga rakyatnya pemilih. jadi PNS ya nyogok, mau naik pangkat ya nyogok, mau jadi Anggota DPR ya nyogok, mau naik jadi jendral ya nyogok, apalagi jadi Gubernur BI, KPK, BPK dll serba duit. rakyat tidak terurus
      dasar asu kabeh ya rakyatnya ya pejabatnya. aku juga begitu juga kayanya. abis biar lancar bikin sim aku nyogok juga sama polisi. he....he.... he....
    • WAKIL RAKYAT  •  9 bulan yang lalu
      KALO JAMANNYE ORDE BARU LU ORANG UDEH DI CULIK AND DIKARUNGIN TAU
    • Agus Siip  •  9 bulan yang lalu
      Century bank telah tiada meninggalkan utang yang ditanggung negara sejumlah 2.7 triliun, secara nalar negara mau nagih kemana dan yang tanggung jawab siapa, oknumnya pada waktu itu P Boediono dan B Srimulyani yang berperan penting, kok KPK loyo mengenai Bank Century kabar teakhir KPK menganggap tidak ada tindak pidana, secara tidak langsung KPK bersebrangan dengan DPR, ini pokok persoalannya. oke saya mengusulkan diadakan rapat terbuka antara DPR dan KPK, mereka harus adu argumen biar rakyat tahu dengan sejelas jelasnya persoalan apa yang menyebabkan KPK mandul dengan kasus century. mogah usul saya didengar para wakil rakyat. thx
    • WAKIL RAKYAT  •  9 bulan yang lalu
      HEI, CIPTA LU KAN GURU BESAR DI ALMAMATER JANGAN JADI KOMPOR, COBA STATEMENT LU AGAK BIJAK SEDIKIT KAYA AMIN RAIS, LU PROPOKATOR YA, OMONGAN LU OMONGAN ORANG PASAR INDUK, BUKAN SEORANG GURU BESAR TAU
    • baok d-asep  •  9 bulan yang lalu
      ahh...sama aja...om cipta juga belum tentu kalo jadi presiden mah...si-gue brani tarohan, ayoo...mau tarohan berapa??
      om beye juga kurang apa sih dulu...badan tinggi gede...otak katanya cerdas...jendral lagi...mana bintang bererot kaga ke itung....eh sudah jadi RI1 mah sama aja cuman bisa bilang : lanjutkan...lanjutkan...tolong rakyat jelata aku di dzolimi...toloooong rakyat jelata aku ada yang pitnah dari tempat yang gelap...huhhh cape dehhh...

      aya-aya wae...heran saya
    POLL

    Apakah Anda setuju dengan langkah polisi yang siap membubarkan konser Lady Gaga demi keamanan?

    Memuat...
    Opsi Pilihan Jajak Pendapat