INILAH.COM, Jakarta – Pemerintah akan menarik paksa tenaga kerja Indonesia (TKI) yang membandel atau bersikeras menolak meninggalkan Suriah. Insiden baku tembak dan meningkatnya suhu konflik di wilayah itu memaksa pemerintah untuk memulangkan paksa mereka.
Demikian disampaikan Menteri Tenaga Kerja dan Transmigrasi, Muhaimin Iskandar saat ditemui di Jakarta Selasa (19/6/2012). "Prinsipnya akan kita tarik sampai nol. Kalau memang ada yang membandel kita tarik paksa pulang," kata Muhaimin.
Muhaimin mengatakan pemerintah sulit memulangkan para TKI karena data mereka sudah tidak valid, nomor telepon yang sudah mati serta majikan yang sudah berpindah alamat. "Dalam setahun ini sudah kita lakukan pemulangan. Namun banyak sekali rembesan yang berangkatnya ke Uni Emirat Arab sampainya di Suriah. Ini tidak lain karena memang kelalaian PPTKIS atau pribadi nakal. Tapi pada prinsipnya kita lakukan pemulangan semua," tegas Muhaimin.
Menurutnya, jumlah TKI yang masih tinggal di Suriah tidak banyak lagi. Menteri Luar Negeri Indonesia Marty Natalegawa mengatakan, hingga pekan lalu, terdapat 64 warga negara Indonesia yang masih menetap di Suriah. "Di 2012 ini setidaknya sudah ada 240 TKI yang sudah dipulangkan ke tanah air. Ini belum termasuk WNI yang pulang secara swadaya," ujar Marty Kamis (14/6/2012).



Yahoo! OMG