Liputan6.com, Jakarta: Pesawat Fokker 27 milik TNI Angkatan Udara jatuh di Kompleks Rajawali, Halim Perdanakusuma, Jakarta Timur, Kamis (21/6) kemarin sekitar pukul 14.45 WIB. Boleh dikatakan, Fokker 27 adalah jenis pesawat angkut yang tergolong tua. Pesawat buatan Belanda ini diproduksi pada 1975 dan telah digunakan sejak 1977.
Pesawat Fokker 27 didesain sejak dekade 1950-an dan tergolong pesawat favorit lantarn mampu mendarat pada jalur pendek dan minim fasilitas. TNI AU pun tertarik menggunakannya sejak 1977. Bahkan, Fokker 27 menjadi ujung tombak Skuadron Udara II yang bermarkas di Pangkalan Udara Halim Perdanakusuma.
Pesawat dengan panjang badan 25 meter lebih ini memiliki kapasitas penumpang antara 48-56 orang dengan tiga kru. Sementara, kecepatan jelajah mencapai 518 kilometer per jam.
Saat ini TNI AU memiliki enam unit Fokker 27. Kendati tergolong tua, yakni 37 tahun, Fokker 27 masih digunakan TNI AU. Alasannya, proses pengecekan rutin dilakukan.
Hanya saja, sudah sembilan kali jenis Fokker 27 yang mengalami kecelakaan. Dua kecelakaan terakhir dialami Fokker 27 milik TNI AU. Sebelum kecelakaan di Halim Perdanakusuma ini, pesawat jenis serupa pernah jatuh di Bandung, Jawa Barat pada April 2009, sehingga menewaskan 24 penumpang.(ANS)

