TNI Terapkan Posting System dalam Perbaikan Jalan di Kongo

Laporan Wartawan Tribunnews.com, Wahyu Aji

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Prajurit TNI menerapkan “posting system” dalam perbaikan jalan Dungu–Duru hingga Bitima sepanjang 103 Km di Republik Demokratik Kongo.

Prajurit TNI tersebut tergabung dalam Satgas Kompi Zeni TNI Konga XX-I/MONUSCO (Mission de I’Organisation de republic des Nation Unies Pour la Stabilisation en Republique Democratique du Congo) atau Indonesian Engineering Company.

Dalam keterangan pers yang diterima Tribunnews.com, Rabu (9/5/2012), Dansatgas Konga XX-I/MONUSCO Letkol Czi Sapto Widhi Nugroho mengatakan, posting system digunakan sebagai pilihan untuk mengefektifkan dan mendayagunakan sistem kerja alat-alat berat Zeni TNI dari kemungkinan mempercepat proses keausan suku cadang alat berat tersebut.

Mengingat usia pakainya yang sudah memasuki tahun kesembilan sejak penugasan Konga XX-A tahun 2003 hingga sekarang Konga XX-I tahun 2012.

“Posting system ini juga dinilai efektif, karena alat-alat berat tidak perlu bergerak terlalu jauh dari base camp menuju tempat kerja yang berjarak kurang lebih 44,5 km setiap harinya.

"Alat-alat berat yang telah selesai digunakan disimpan di lokasi kerja/mencari tempat aman sekitar lokasi kerja, tanpa kembali lagi ke base camp, hal ini cukup efektif baik dari segi penghematan waktu, tenaga, dan alat”, ujar Letkol Czi Sapto Widhi Nugroho.

Seluruh alat-alat berat yang berada di lapangan, kata Sapto Widhi, mendapat pengamanan dari tentara (FARDC) Forces Army Republik Democratik of Congo, sedangkan dalam melaksanakan pekerjaan pembangunan jalan mendapat pengawalan dari Batalyon Infanteri dari negara Maroko, sehingga Kompi Zeni TNI terfokus pada tugas perbaikan jalan tanpa harus dibebankan lagi untuk tugas pengamanan.

“Dengan penerapan posting system, Prajurit TNI berhasil meningkatkan progres hasil kerja harian rata-rata dari 250–300 M/hari menjadi 400–500 M/hari," urai sapto.

Bahkan untuk perkembangan perbaikan jalan jalur Dungu-Duru sepanjang 78,4 km yang ditargetkan pihak Force Engineer, lanjut Sapto, harus sudah selesai akhir Juni 2012akan dapat diselesaikan lebih awal dari rencana waktu yang di berikan oleh MONUSCO.

PEDOMAN KOMENTAR

Ayo berpartisipasi membangun budaya berkomentar yang baik. Bila menemukan komentar bermuatan menghina atau spam, berikan jempol bawah, tanda Anda tak menyukai muatan komentar itu. Komentar yang baik, berikan jempol atas.


Kolom komentar tersedia untuk diskusi, berbagi ide dan pengetahuan. Hargai pembaca lain dengan berbahasa yang baik dalam berekspresi. Setialah pada topik. Jangan menyerang atau menebar kebencian terhadap suku, agama, ras, atau golongan tertentu.


Pikirlah baik-baik sebelum mengirim komentar.