Tokyo Lakukan Survei ke Pulau Sengketa

Tokyo (AFP/ANTARA) - Sekelompok penyurvei asal Jepang pada Minggu berlayar ke pulau sengketa di Laut China Timur yang ingin dibeli oleh gubernur nasional Tokyo di tengah perseteruan diplomatik yang terus meluas dengan China.


Gubernur Tokyo, Shintaro Ishihara, yang dikenal dengan pandangannya yang berani, memberangkatkan tim penyurvei, tiba di pulau yang diklaim oleh kedua negara tersebut, yang dikenal dengan nama Diaoyu di China dan Senkaku di Jepang.


Ishihara ingin membeli pulau tersebut dari pemilik swasta untuk menyoroti klaim Jepang dan membangun pelabuhan kecil bagi kapal-kapal nelayan.


Tim yang beranggotakan 25 orang masih berada dalam kapal mereka untuk melakukan survei atas garis pantai dan perairan di sekitar kepualauan yang tidak berpenghuni tersebut, menurut laporan televisi Jepang.


Pemerintah setempat menolak permintaan mereka untuk mendarat di pulau tersebut.


“Melihat dengan langsung berbeda dengan melihat pulau itu di peta,” ujar Seiichiro Sakamaki, petugas asal Tokyo yang memimpin tim tersebut, pada jaringan televisi Jepang ketika dia berdiri di atas kapal survei dekat pulau tersebut.


“Skala dan ukuran sengat jelas untuk dilihat. Gubernur telah meminta apa yang harus dilakukan untuk membangun sebuah pelabuhan kecil. Kami ingin memeriksa kepulauan itu dengan apa yang ada dalam pikiran kami,” ujarnya.


Isharaha sebelumnya mengatakan bahwa dia berharap untuk mengunjungi pulau pada Oktober ketika dia mengirimkan misi survei lainnya.


Hubungan Jepang-China semakin memburuk pada Agustus, setelah para aktivis pro-Beijing mendarat di salah satu pulau yang dikendalikan oleh Jepang. Mereka ditangkap oleh pihak berwenang Jepang dan dideportasi.


Sekitar dua belas nasionalis Jepang yang mengibarkan bendera negara mereka di pulau tersebut beberapa hari setelahnya, memicu protes di kota-kota, China.


Mobil duta besar Jepang menjadi target di Beijing ketika seorang pria tak dikenal merobek bendera nasional yang berada di kendaraan tersebut. (dh/mp)









PEDOMAN KOMENTAR

Ayo berpartisipasi membangun budaya berkomentar yang baik. Bila menemukan komentar bermuatan menghina atau spam, berikan jempol bawah, tanda Anda tak menyukai muatan komentar itu. Komentar yang baik, berikan jempol atas.


Kolom komentar tersedia untuk diskusi, berbagi ide dan pengetahuan. Hargai pembaca lain dengan berbahasa yang baik dalam berekspresi. Setialah pada topik. Jangan menyerang atau menebar kebencian terhadap suku, agama, ras, atau golongan tertentu.


Pikirlah baik-baik sebelum mengirim komentar.