Toyota Buat Delapan Model Baru untuk Pasar Berkembang

  • Akibat Pembajakan, Indonesia Rugi Rp 4,5 Triliun Setahun  

    Akibat Pembajakan, Indonesia Rugi Rp 4,5 Triliun Setahun  

    Tempo
    Akibat Pembajakan, Indonesia Rugi Rp 4,5 Triliun Setahun  

    TEMPO.CO, Jakarta - Menteri Perdagangan Gita Wirjawan menyebut masalah pembajakan karya musik di Indonesia telah begitu memprihatinkan. Dari total pengeluaran masyarakat untuk musik, hanya 10 persen yang tercatat dan lebih sedikit lagi yang sampai ke kantong para musikus.

  • Indonesia Siap Ambil Alih Teknologi-Manajemen Inalum

    Antara

    Kuala Tanjung (ANTARA) - Pemerintah Indonesia siap mengambil alih teknologi dan manajemen semua kepemilikan saham PT Indonesia Asahan Aluminium (Inalum) dari Jepang yang selama 30 tahun sebagai pemegang saham terbesar dan akan berakhir kontrak kerjasamanya pada 30 Oktober 2013. "Kita tidak bergantung dengan Jepang dan siap melanjutkan pembangunan PT Inalum melalui Badan Usaha Milik Negara mulai 1 Nopember 2013," tegas Direktur Umum dan Sumber Daya Manusia PT Inalum Ir. Nasril Kamaruddin, MBA di

  • Produksi Gas Blok Natuna Mayoritas untuk Indonesia

    Produksi Gas Blok Natuna Mayoritas untuk Indonesia

    Tempo
    Produksi Gas Blok Natuna Mayoritas untuk Indonesia

    TEMPO.CO, Jakarta - Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral Jero Wacik mengaku telah menjalin kesepakatan kontrak eksplorasi gas di Blok East Natuna bersama PTT Exploration and Production. Kesepakatan tersebut terutama mengenai alokasi pembagian produksi gas.

Tokyo (AFP/ANTARA) - Toyota pada Jumat mengatakan akan meluncurkan sejumlah mobil kompak baru dengan harga sekitar 12.500 dolar AS di negara-negara berkembang.

Perusahaan menargetkan penjualan lebih dari satu juta dari model-model tersebut per tahun di pasar negara berkembang pada 2015.

Produsen mobil terbesar di Jepang itu mengatakan, akan membuat delapan mobil baru di pabrik di Thailand, Indonesia, India dan Brazil, dengan harga "sekitar 1,0 juta yen (12.500 dolar AS) atau lebih."


"Kami tidak menjual mobil dengan harga 500.000 yen," wakil presiden eksekutif Toyota, Yukitoshi Funo mengatakan kepada wartawan di kantor pusatnya di Tokyo.

Sementara model-model baru yang tepat ditujukan untuk negara berkembang, termasuk China, Indonesia dan Brazil, "jika pelanggan di Amerika Serikat atau Eropa seperti mereka, saya fleksibel akan berpikir tentang (menjual mereka di sana)," tambah Funo.

Pada 2010, perusahaan meluncurkan mobil kompak Etios untuk pasar India dengan harga dasar sekitar 10.000 dolar AS, masih jauh lebih tinggi dari saingan dalam negeri seperti Tata Motors, yang menjual Nano untuk sedikit seharga 2.900 dolar AS.

Total penjualan Etios telah melampaui 100.000 kendaraan di India sejak debutnya, kata perusahaan itu Jumat.

Etios adalah bagian dari rencana lebih luas untuk melihat setengah dari penjualan kendaraan Toyota di seluruh dunia berasal dari pasar negara berkembang, naik dari 45 persen pada 2011, karena pembuat mobil global menyerbu negara-negara berkembang di tengah penjualan yang lesu di pasar negara maju mereka.

Pembuat mobil, yang meliputi merek Toyota, Lexus, Daihatsu dan Hino menjual 7,35 juta kendaraan secara global pada tahun hingga Maret.

Funo menawarkan beberapa rincian tentang model Toyota baru, tapi mengatakan mereka akan memiliki sebuah faktor "excitement" (kegembiraan).

"Mobil harus memiliki faktor kegembiraan -- ketika ayah membeli mobil, ia harus menarik rasa hormat dari keluarganya yang harus mengatakan `Ayah, bagus,` dan keluarga harus menikmati piknik pada akhir pekan di dalam mobil itu," katanya.

Secara terpisah, Funo mengatakan pasar di Myanmar "terlalu kecil" pada saat ini, tetapi menambahkan bahwa Toyota mengawasi negara itu karena mengadopsi serangkaian reformasi demokratis, dan membuka pintunya bagi bisnis.

"Kami ingin mengamati laju pertumbuhan di pasar di suatu negara dengan pandangan positif," tambahnya.

Toyota mengembalikan posisinya sebagai salah satu produsen mobil nomor satu di dunia dalam kuartal pertama, mencuri kembali kepemimpinannya dari raksasa General Motors AS, menurut data pabrik.(rr)

PEDOMAN KOMENTAR

Ayo berpartisipasi membangun budaya berkomentar yang baik. Bila menemukan komentar bermuatan menghina atau spam, berikan jempol bawah, tanda Anda tak menyukai muatan komentar itu. Komentar yang baik, berikan jempol atas.


Kolom komentar tersedia untuk diskusi, berbagi ide dan pengetahuan. Hargai pembaca lain dengan berbahasa yang baik dalam berekspresi. Setialah pada topik. Jangan menyerang atau menebar kebencian terhadap suku, agama, ras, atau golongan tertentu.


Pikirlah baik-baik sebelum mengirim komentar.

POLL

Apakah Anda percaya pengerjaan proyek MRT yang sudah resmi dimulai akan berjalan tepat waktu sesuai rencana?

Memuat...
Opsi Pilihan Jajak Pendapat