OTOSIA.COM - Toyota Grup akan menjadikan Indonesia sebagai basis produksi. Menteri Perdagangan Gita Wirjawan mengatakan bahwa Toyota dalam beberapa waktu ke depan akan menyiapkan model-model untuk diekspor ke beberapa negara. Termasuk kawasan ASEAN dan lebih jauh Asia, hingga Afrika dan Australia.
"Itu merupakan investasi baru, terkait ekspor," ungkapnya merujuk pada wujud investasi besar-besaran dari produsen asal negeri matahari terbit tersebut.
Dalam paparannya, Presiden Direktur PT Toyota-Astra Motor Johnny Darmawan menyampaikan bahwa dari rencana Rp 26 triliun, sebagai tahap pertama. Investasi sebesar Rp 13 Triliun akan dikeluarkan dalam waktu 5 tahun ke depan.
Dana tersebut berasal dari enam perusahaan, yakni Toyota Motor Corporation, Daihatsu Motor Co Ltd, Denso Corp, Toyota Auto Body Co Ltd, Toyota Tsusho Corporation (TT), dan Aisin Seiki Co Ltd(AS). "(Rp 26 triliun) itu investasi jangka panjang," ungkap Johnny.
Mengenai investasi untuk menjadi basis produksi, hal itu disampaikan Menko Perekonomian Hatta Rajasa di Kantor Presiden usai pertemuan dengan 6 CEO grup Toyota pada Sabtu lalu. "(Toyota) memang ingin menjadikan Indonesia sebagai basis produksi," ungkap Hatta Rajasa.
Dalam pertemuan itu sendiri, Toyota menyampaikan langkah konkret lewat pembangunan pabrik kedua dan peningkatan kapasitas produksi pada pabrik pertama di Karawang, Jawa Barat. Target total kapasitas produksi 250.000 unit diharapkan bisa dicapai pada awal tahun depan.
Adapun Daihatsu menyampaikan sedang membangun pabrik ketiga di Karawang, sementara Denso akan membangun pabrik baru di Bekasi yang akan beroperasi pada Februari 2014. Mereka juga akan melokalkan pembuatan komponen elektronik serta meningkatkan volume ekspor.(kpl/why/vin)

